Rabu, 20 Mei 2026

Olimpiade Tokyo 2020

Gregoria Mariska Menyesal Dikalahkan Ratchanok Intanon, Ungkap Alasan Kekalahan

Perjalanan pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung terhenti di babak 16 besar Olimpiade Tokyo 2020.

Tayang:
Editor: Hermawan Aksan
Kompas.com
Gregoria Mariska Tunjung mengaku menyesal kalah dari Ratchanok Intanon. 

TRIBUNJABAR.ID - Perjalanan pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung terhenti di babak 16 besar Olimpiade Tokyo 2020.

Gregoria Mariska dikalahkan wakil Thailand, Ratchanok Intanon, pada babak 16 besar tunggal putri bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020.

Pada pertandingan di Musashino Forest Plaza, Gregoria kalah dalam dua gim langsung dengan skor 12-21, 19-21 dalam tempo 39 menit, Kamis (29/7/2021).

Seusai pertandingan, Gregoria mengakui terpancing dan terbawa permainan Intanon, terutama pada gim pertama.

Baca juga: Hasil Olimpiade Tokyo 2020: Gregoria Mariska Kalah Kelas dari Tunggal Putri Thailand

"Gim pertama saya terpancing permainan cepat lawan, terpancing main cepat," ucap Gregoria dikutip kompas.com dari NOC Indonesia.

"Padahal, itu tidak menguntungkan buat saya karena lawan sepertinya memancing untuk main panjang, sementara bola-bola saya banyak yang out," katanya. 

 

"Saya ingin pengembalian bola-bola saya bisa menyusahkan lawan, tetapi malah jadi out dan mati sendiri," tuturnya.

Selain itu, Gregoria pun mengungkap bahwa dia bertekad tak mau kalah begitu saja dari Intanon meski merasa tertekan saat tampil di lapangan pada debutnya di Olimpiade ini.

Baca juga: Hasil Olimpiade Tokyo 2020: Ahsan/Hendra Mengamuk, Kalahkan Ganda Jepang, Harapan Dapat Emas

"Pada gim kedua, awalnya saya tak bisa atur irama."

"Saat di pertengahan, pas saya ketinggalan jauh, saya cuma berpikir, kalaupun kalah, saya enggak mau kalah begitu saja," tutur Gregoria.

"Pasti akan menyesal, apalagi jika tidak mencoba karena seperti yang sebelumnya saya bilang, saya ingin Olimpiade ini menjadi pembuktian diri bahwa saya bisa," ucapnya.

"Namun, saya jadinya merasa tertekan di lapangan sehingga permainan saya kurang berkembang."

"Padahal, saya ingin all-out karena ini Olimpiade, empat tahun sekali," tutur Gregoria. (*)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved