Sabtu, 11 April 2026

Pemkab Majalengka Klaim Kasus Covid-19 Selama PPKM Darurat Menurun

Pemkab Majalengka mengklaim kasus Covid-19 dan meninggal selama PPKM Darurat mengalami penurunan.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mega Nugraha

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Pemkab Majalengka mengklaim kasus Covid-19 dan pasien Covid-19 meninggal selama PPKM Darurat mengalami penurunan.

Hal tersebut seiring dengan data harian yang dirilis Satgas Covid-19 Majalengka pada periode pemberlakuan PPKM darurat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Majalengka, Harizal Harahap, mengatakan, pada pekan pertama pemberlakukan PPKM Darurat, temuan kasus terkonfirmasi mengalami lonjakan yang tinggi.

Namun, di masa akhir pemberlakuan PPKM Darurat, sebelum akhirnya berganti nama dengan istilah PPKM Level 4,  kasus tersebut bisa ditekan.

Baca juga: UPDATE Kasus Harian Covid-19 Kota Bandung 28 Juli Menurun Drastis, yang Sembuh Banyak Banget

“Pada penerapan PPKM Darurat 3 sampai 15 Juli masih belum turun, malah cenderung agak naik. Tapi setelah tanggal 20 ke sini, sudah mulai turun. Contoh kematian tanggal 20 itu 18 sampai 20 per hari. Setelah tanggal 20 ke sini mulai landai, sekarang sudah stabil di angka 6 per hari,” ujar Harizal saat ditemui di acara launching vaksinasi Covid-19 untuk anak di Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, Desa Pasirayu, Kecamatan Sindang, Rabu (28/7/2021).

Terkait adanya anggapan bahwa penurunan kasus itu dipicu adanya pelonggaran pelaksanaan tes, baik antigen maupun PCR, Harizal membantahnya. Dia justru beranggapan menurunnya tes seiring dengan turunnya temuan kasus.

“Jadi kalau sekarang tes antigen dan PCR menurun, ya mungkin karena temuan kasusnya juga menurun. Kontak eratnya juga menurun,” ucapnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, sesuai panduan, ada beberapa kelompok yang harus menjalani pemeriksaan antigen dan PCR.

Selain kontak erat, jelas dia, mereka yang berstatus suspek pun harus menjalani tes.

“Semua yang disebut suspek itu harus dites. Yang kedua, otomatis yang kontak erat. Yang kontak erat itu, 1 terkonfirmasi, kontak erat minimal 15 orang diperiksa. Semua yang TBC itu kita lakukan tes juga,” jelas dia.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved