Breaking News:

Umrah Dibuka Lagi, Asosiasi Umrah FKS Sebut Biaya Akan Bengkak, Ada Aturan Karantina 14 Hari

Asosiasi umrah FKS menyebutkan adanya aturan karantina selama 14 hari akan membuat biaya umrah membengkak apalagi bila karantina di negara ketiga

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Siti Fatimah
istimewa
ilustrasi umrah- Asosiasi umrah FKS menyebutkan adanya aturan karantina selama 14 hari akan membuat biaya umrah membengkak apalagi bila karantina di negara ketiga yang mewajibkan satu kamar hotel harus berdua. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Arab Saudi sudah membuka kembali pelaksanaan ibadah umrah 2021 untuk Internasional per 10 Agustus 2021. Hal itu disambut baik oleh Forum Komunikasi Silaturahim Penyelenggara Travel Umrah Haji Jawa Barat.

Sekjen FKS PATUH Jabar, Wildan mengaku menyambut baik atas dibukanya umrah bagi warga luar Arab Saudi per 1 Muharram 1443 atau 10 Agustus 2021.

Namun, untuk WNI, katanya masih harus bersabar untuk dapat melaksanakan ibadah umrah, karena sampai saat ini informasinya WNI masih dilarang masuk ke Arab Saudi, kecuali WNI itu lakukan isolasi mandiri terlebih dahulu 14 hari di negara ketiga.

Baca juga: Headline Tribun Jabar, Warga Indonesia Bisa Umrah, Harus Jalani Karantina 14 Hari

"Karantinanya itu di negara ketiga bukan di Arab Saudi atau di Indonesia. Solusi kawan-kawan travel, yaitu kami harus membuat paket umrah plus Maldive atau Amerika (+vaksin). Jadi, bisa dibayangkan harganya," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, Selasa (27/7/2021).

Ia juga membenarkan pasti akan ada biaya tambahan karena kamar yang disediakan oleh hotel hanya boleh diisi sekamar berdua dan semua jamaah wajib asuransi full cover.

"Ini belum termasuk biaya karantina saat kepulangan dari umrah. Kami masih terkena aturan harus karantina di hotel Jakarta selama delapan hari yang biayanya sudah Rp 7 juta sampai 8 juta," katanya.

Baca juga: Ibadah Umrah Dibuka Lagi, Begini Tanggapan Travel Umrah dan FKS Jawa Barat

Menurutnya, Asosiasi FKS PATUH Jabar berharap kepada pemerintah agar para jamaah umrah tidak wajib di karantina di hotel lantaran selama perjalanan umrah menerapkan protokol kesehatan sangat ketat.

"Kami harap jamaah umrah cukup isoman di rumahnya saja. Kami juga masih berharap jika Indonesia kondisi penyebaran covid menurun, Arab Saudi bisa membuka kembali untuk Indonesia sehingga tak perlu lagi karantina untuk yang sudah vaksin," katanya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved