Stok Vaksin Covid-19 di Bandung Hanya Tersisa untuk Satu Pekan? Ini Penjelasan Dinkes

Stok Vaksin covid-19 di Kota Bandung saat ini aman tak ada kekurangan untuk satu pekan ke depan

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
clinical trial arena
Ilustrasi vaksin covid-19 Pfizer, Sinovac, Moderna dan AstraZeneca 

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG- Stok Vaksin covid-19 di Kota Bandung saat ini aman tak ada kekurangan untuk satu pekan ke depan.
"Kalau vaksinasi diperluas tidak bisa karena vaksin covid hanya cukup untuk satu pekan ke depan " ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rosye Arosdiani, di Balai Kota, Selasa (27/6).

Rosye menegaskan, vaksin covid sangat kurang jika vaksinasi diperluas karena vaksin yang ada saat ini, untuk memenuhi kebutuhan rutin vaksinasi di Puskesmas dan pos vaksinasi untuk minggu ini masih cukup.

Menurut Rosye,  vaksin datangnya bertahap, hampir setiap minggu datang dan untuk minggu ini aman.

Baca juga: Banyak Warga Karawang Antusias Disuntik Vaksin Covid-19, Vaksinator Kelelahan, Bidan Desa Dilibatkan

Begitu juga vaksinasi untuk dosis tahap yang sudah jatuh temponya aman, sehingga tidak akan terjadi vaksin dosis dua kosong.

Rosye berharap, minggu depan vaksin covid segera bertambah sehingga vaksinasi bisa diperluas.

Target vaksinasi di Kota Bandung 1.952.358 orang kini sudah mencapai 788.292 orang atau baru 40.39 persen untuk dosis 1 sedangkan dosis dua baru 416.960 orang atau 21,36 persen.

Terpisah, proses pengiriman vaksin Covid-19, baik dalam bentuk barang jadi maupun bulk terus berlanjut.

Tercatat, Sejak 6 Desember 2020 hingga 22 Juli 2021, jumlah vaksin yang sudah masuk ke Indonesia, kurang lebih sebanyak 151,9 juta dosis, yang terdiri dari 123,5 juta dalam bentuk bulk, yang diterima dari Sinovac dan 22,4 juta lainnya diterima dalam bentuk finish product yang diterima dari AstraZeneca, dan Moderna.

Sekretaris Perusahaan Bio Farma sekaligus Juru Bicara, Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan, proses karantina untuk vaksin ini, tidak hanya dilakukan kepada vaksin Covid-19 dalam bentuk Finish Product saja, tetapi dilakukan juga kepada bulk vaksin.

Baca juga: Seusai Kerumunan Demo PPKM Darurat, PDI Perjuangan Ajak 1000 Orang di Bandung Disuntik Vaksin

Bahkan untuk bulk vaksin, menjalani proses karantina yang lebih panjang, dibandingkan dengan vaksin dalam kemasan finish product. Dengan demikian, Bio Farma tidak bisa langsung mengirimkan vaksin yang Bio Farma terima, kepada Dinas Kesehatan di Kab / Kota. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved