Breaking News:

Pasokan Oksigen Untuk Rumah Sakit di KBB Masih Kurang Meski Dapat Bantuan dari Pemprov Jabar

Pasokan oksigen ke sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga saat ini masih kurang meski sudah dapat bantuan

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Mega Nugraha
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Shiri menangis saat mengantre oksigen di Jalan Veteran, Kota Pontianak, Kalbar, Kamis (22/7/2021) siang. Ibunya yang membutuhkan oksigen meninggal dunia saat Shiri mengantre. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pasokan oksigen ke sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga saat ini masih kurang meski sudah dapat bantuan dari Pemprov Jabar.

Pemkab Bandung Barat sudah mendapatkan pasokan oksigen dari Pemprov Jabar sebanyak 57 tabung dengan kapasitas tiap tabungnya sebanyak 6 meter kubik. Sedangkan kebutuhan oksigen di KBB seharinya mencapai 300 meter kubik di satu rumah sakit. 

Ketua Satgas Oksigen dan Pemakaman Pemda KBB Maman Sulaeman, mengatakan, pasokan 57 tabung berisi 6 meter kubik  itu sudah kita distribusikan ke 3 RSUD di KBB dengan masing-masing menerima 19 tabung.

Baca juga: PPKM Level 4 di KBB, Satpol PP Kesulitan Awasi Penerapan Aturan Makan di Tempat 20 Menit

"Kebutuhannya hampir 300 tabung, jadi tidak berbanding lurus ya, dengan pasokan," ujarnya di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Selasa (27/7/2021).

Untuk mengatasi kekurangan pasokan oksigen tersebut pihaknya sudah mengajukan lagi bantuan ke Pemprov Jabar yang baru saja mendatangkan oksigen cair atau liquid oxygen dari Palembang. 

"Saat ini Gubernur Jabar sedang mendatangkan liquid dari Palembang. Jumlahnya hampir 2 juta ton untuk kebutuhan Jabar termasuk di KBB," kata Maman.

Di samping itu, pihaknya juga sedang mengebut penyelesaian tempat penampungan oksigen yang lokasinya dipusatkan di RSUD Cikalongwetan. 

"Yang penting itu kesiapan daerah ada apa tidak tempat untuk menampungnya. Untuk KBB kita ada di RSUD Cikalongwetan, hanya belum selesai dan targetnya untuk segera selesai dalam minggu ini," ucapnya.

Maman mengatakan, jika pasokan oksigen tersebut sudah diterima, nantinya bisa langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan oksigen di setiap rumah sakit terutama di RSUD Cikalongwetan yang dijadikan sebagai pusat perawatan pasien Covid-19 di KBB

"Jadi nanti otomatis tiap kamar (isolasi) itu sudah ada oksigennya, pasien tinggal pakai saja. Sekarang kan BOR agak menurun, jangan sampai sewaktu-waktu meningkat tapi kebutuhan oksigennya enggak ada," kata Maman.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved