Breaking News:

Tim KKN Tematik UPI Dampingi Literasi Media Digital Bagi Guru, Siswa dan Aparatur Desa

kegiatan ini dan diharapkan dapat meningkatkan literasi media bagi masyarakat serta menunjang pelaksanaan keterbukaan infomasi

Editor: bisnistribunjabar
Dok.UPI
UPI2507C 

TRIBUNJABAR.ID Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia Kelompok 47 melakukan kegiatan pendampingan literasi media dan kecerdasan digital bagi guru, siswa dan aparatur desa di 30 desa sebagai target pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) tematik UPI Tahun 2021. Kegiatan pendampingan tahap pertama dilakukan melalui penyelenggaraan webinar literasi media dan kecerdasan digital serta sosialisasi keterbukaan informasi publik secara daring melalui aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung melalui TVUPI (25/7/2021). Sedangkan untuk pendampingan tahap kedua dilakukan secara berakala bagi guru, orang tua dan aparatur desa  melalui aktivitas daring dalam kegiatan KKN Tematik sesuai jadwal yang telah ditetapkan di 30 desa wilayah KKN Tematik UPI.

Penyelenggaraan tahap pertama pendampingan literasi media dan kecerdasan media dan kecerdasan digital melalui webinar ini dilaksanakan  juga dalam rangka impelementasi kuliah kerja nyata tematik membangun desa melalui bidang pendidikan dan ekonomi (MDBPE) dalam implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Pada Masa Pandemi Covid-19. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Humas UPI Prof. Dr. Deni Darmawan, M,Si serta serta Ketua Komisi Informasi Jawa Barat, Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.

Ijang Faisal menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan  kegiatan pendampingan dan webinar Literasi Media dan kecerdasan Digital Bagi Guru, Siswa dan Aparatur Desa serta sosialisasi keterbukaan informasi publik yang diselenggarakan oleh Tim KKN Tematik UPI Kelompok 47 Tahun 2021, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat UPI serta unit kerja Hubungan Masyarakat UPI. Ia berpesan melalui  kegiatan ini dan diharapkan dapat meningkatkan literasi media bagi masyarakat serta menunjang pelaksanaan keterbukaan infomasi dari badan publik bagi masyarakat.

Pada webinar ini, Prof. Dr. Deni Darmawan, M.Si., MCE yang merupakan guru besar komunikasi pendidikan UPI menjelaskan tentang  literasi multimedia dan kecerdasan digital dalam rangka membangun keterbukaan informasi publik pada badan publik. Deni Darmawan menjelaskan siklus literasi multimedia yang harus diperhatikan diantaranya personal and information wise, computer, audiovisual data, media dan informasi. Lebih lanjut, Deni Darmawan menjelaskan karakteristik literasi media dan siber yang terdiri dari literasi digital, literasi multimedia, literasi komputer, literasi audiovisual, literasi informasi, literasi berita dan literasi media.

UPI2507DD
MINGGU 25/7 (Dok.UPI)

Untuk menghadapi perkembangan media dan informasi saat ini,  Deni Darmawan menjelaskan bagaimana setiap individu memilki seperangkat kompetensi baru untuk literasi media dan informasi yang penting diantaranya (1) nettiquate sebagai kompetensi yang mampu menyelamatkan diri dengan informasi yang banyak; (2) privacy protection yang merupakan kompetensi untuk melindungi diri melalui peran media yang berisi informasi dengan bijak; (3) critical thinking and problem solve terkait dengan kompetensi menggunakan media dan teknologi informasi untuk menyelesaikan masalah; (4) critical thinking with artificial intelligence terkait dengan kompetensi berfikir kritis mencari bentukan dan inovasi baru dengan cerdas dan adaptif; (5) networking online-offline yang terkait kompetensi untuk membangun inovasi, jejaring baik elektronik, digital, serta online mobile dan blended.  

Selain materi tentang literasi multimedia dan kecerdasan digital, juga dibahas tentang eran Digital Citizenship Dalam Kerangka Literasi Media dan Kecerdasan Digital yang disampaikan oleh Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.I.P., S.H., M.H., M.Si yang merupakan Guru Besar Ilmu Politik dan Ketua Prodi Magister dan Doktor Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Pascasarjana UPI. Cecep Darmawan mengawali penjelasanya dengan menyampaikan Data Tren Internet dan Media Sosial 2020 di Indonesia. Lebih lanjut Cecep Darmawan mengingatkan kia tentang adanya ancaman di Era Digital yang harus diperhatikan dengan baik diantaranya  adanya hoax atau berita bohong, proxy war, cyber war, cyber bullying, hate speech atau ujaran kebencian, fitnah dan isu sara,  informasi provokatif dan propaganda, pornografi dan pelecehan seksual, penipuan, penyebaran narkoba, perdagangan manusi, hacker dan penyadapan serta disintegrasi sosial.

UPI2507F
MINGGU 25/7 (Dok. UPI)

Cecep Darmawan juga membahas tentang lembaga pers sebagai lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari,  memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Selain itu menjelaskan bahwa mengacu pada fungsi pers menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan,  serta kontrol sosial.

Cecep Darmawan menekankan bahwa terdapat sejumlah langkah dan upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat digital citizenship dalam rangka dalam kerangka literasi media dan kecerdasan digital diantaranya melakukan pendidikan literasi media, penguatan pendidikan karakter, pendidikan bela negara di era digital, penguatan wawasan kebangsaa, pendidikan politik dan demokrasi melalui media serta pendidikan hukum siber. Cecep Darmawan membagikan langkah praktis dalam menangkal informasi hoax serta menggunakan dan startegi yang tepat dalam menyalurkan informasi secara tepat oleh masyarakat dan badan publik

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved