Breaking News:

Tak Ada Wisatawan ke Ciwidey Membuat Petani Stroberi Mengakali Hasil Panennya dengan Cara Ini

Tak hanya dikenal dengan pemandian air panasnya, ketika berlibur ke Ciwidey, wisatawan juga tak akan lupa untuk membeli stroberi. Namun adanya pandemi

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PUTRI PUSPITA
Petani memanen buah stroberi di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu (25/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Putri Puspita

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Ciwidey menjadi salah satu daerah yang menjadi favorit bagi wisatawan untuk berlibur. 

Udara yang sejuk dan pemandangan kebun teh di sepanjang perjalanan menjadi sebuah rileksasi saat berlibur ke Ciwidey

Tidak hanya dikenal dengan pemandian air panasnya, ketika berlibur ke Ciwidey, wisatawan juga tak akan lupa untuk membeli stroberi

Buah mungil berwarna merah ini memiliki rasa yang manis dan segar.

Namun adanya pandemi yang mematikan tempat wisata, berdampak juga pada petani stroberi yang biasanya ramai pembeli. 

Petani stroberi asal Ciwidey, Enjang Setiawan mengatakan dampak tidak adanya wisatawan membuat pembeli stroberi pun berkurang. 

"Penjualan berkurang lebih dari 50%, biasanya bisa kirim ke berbagai daerah seperti Jambi dan Semarang, kini berhenti, hanya kirim ke Jakarta saja," ujar Enjang saat ditemui di kebunnya, Minggu (25/7/2021). 

Sebelum adanya pandemi, Enjang mengatakan, biasanya ia menjual 50 kilogram stroberi ke pengepul dengan harga Rp 40.000 per kilogram. 

Namun sejak adanya pandemi, ia menjual 25 kilogram stroberi dan dijual dengan harga Rp 20.000 per kilogram. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved