Breaking News:

Selama PPKM, PKL di Lembang Dapat Perhatian Khusus Polisi, Ini Alasannya

Lembang menjadi perhatian khusus selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kabupaten Bandung Barat

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
penyekatan di lembang 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) berakhir pada Minggu (25/7/2021).

Selama kebijakan tersebut diterapkan, kepatuhan masyarakat di KBB, termasuk di daerah Kecamatan Lembang dalam menjalani aturan dinilai sudah cukup tinggi.

Namun, untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) di Lembang mendapat perhatian khusus polisi selama PPKM diterapkan.

Baca juga: Polisi Ringkus Dua Orang Diduga Penghasut Unjuk Rasa Tolak PPKM Darurat

Kapolsek Lembang, Kompol Kompol Sarche Cristiaty Leo Dima mengatakan, meski masyarakat sudah patuh dalam menjalani aturan, tetapi perlu ada pengawasan khusus bagi pedagang agar lebih ketat lagi dalam mematuhi aturan protokol kesehatan.

"Sekarang kita lihat sendiri ada yang masih berdagang, disitu lah kita harus bisa lakukan pengawasan dan pemahaman secara humanis sehingga semuanya bisa memahami dan menyepakati sampai tanggal 25 Juli akan mematuhi peraturan ini," ujarnya.

Selama penerapan PPKM, pihaknya juga terus melaksanakan pengawasan kepada para pedagang kuliner agar tertib menaati aturan pemberlakuan PPKM hingga 25 Juni 2021 ini.

"Kita tahu bahwa pedagang kurang mematuhi protokol kesehatan, tidak menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer dan pengatur suhu tidak ada. Makanya sesuai instruksi pimpinan, kami terus melakukan pengawasan terhadap para pedagang dengan pola waktu yang ada," kata Sarce.

Berdasarkan aturan PPKM Level 3, pedagang yang beraktivitas wajib menghentikan aktivitas setelah pukul 20.00 WIB.

Meskipun dirasakan berat karena kebijakan ini terpaksa dilakukan demi mengurangi angka penularan Covid-19.

Baca juga: Unjuk Rasa Protes PPKM Darurat Tidak Prokes Ancam Keselamatan Rakyat Banyak

"Mulai hari Senin (26/7), bapak ibu bisa dibuka lapaknya dan konsumen bisa makan di tempat, instruksi langsung dari Bapak Presiden prioritaskan pedagang/PKL atau pemangku usaha kecil. Jadi kami mohon bantuan dan kerjasamanya," ucapnya.

Supri (37), pedagang nasi goreng berharap PPKM Darurat tidak kembali diperpanjang mengingat selama ini ia sangat merasakan sekali dampaknya. 

Menurut dia, pemerintah sebaiknya memberikan solusi lain agar pedagang tetap bisa berjualan sementara di sisi lain laju penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

"Minta jangan dilanjutkan, kami juga ngerti PPKM demi kebaikan semua tapi kalau aturan ini terus berlanjut bisa-bisa pedagang bangkrut. Pemerintah cari solusi lain, jangan PPKM lagi pokoknya," ucap Supri.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved