Breaking News:

Pungli Pemakaman Covid-19 di Sumedang, Ahli Waris Ditagih Hampir Rp3 Juta

Aksi pungutan liar (pungli) kepada keluarga jenazah terpapar Covid-19 terjadi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
ilustrasi Petugas sedang memakamkan jenazah Covid 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Aksi pungutan liar (pungli) kepada keluarga jenazah terpapar Covid-19 terjadi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Infomasi yang dihimpun TribunJabar.id, para relawan yang membantu pemakaman jenazah terpapar Covid-19 TPU Talun, Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, membanderol hingga jutaan rupiah.

Ketua Bidang Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumedang, Iwa Kuswaeri membenarkan adanya aksi pungutan liar tersebut.

Baca juga: Sempat Kesulitan Cari Kantong Jenazah, Kini Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Lembang Dapat Bantuan

"Benar, ada ahli waris yang diminta uang sebesar Rp3 juta oleh oknum petugas pemakaman jenazah di TPU Talun, " kata Iwa Kuswaeri saat dihubungi TribunJabar.id melalui sambungan seluler, Minggu (25/7/2021).

Iwa mengatakan, ihwal pungutan liar (pungli) para relawan yang membantu pemulasaraan jenazah terpapar Covid di TPU Talun itu terungkap setelah ada ahli waris yang meminta bantuan ke Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosanditik) Kabupaten Sumedang.

"Almarhum, merupakan tenaga honorer di Diskominfosanditik Sumedang, lalu keluarganya meminta bantuan ke kantor lantaran tidak ada biaya untuk  pemakaman, dan akhirnya petugas di kantor (Diskominfosanditik) pun berpatungan. Ahli waris, awalnya diminta biaya sebesar Rp3 juta,  dan akhirnya ahli waris menawar Rp 2.250.000," ucap Iwa yang juga Kepala Dinas Diskominfosanditik Sumedang.

Baca juga: Krisis Kantong Jenazah, Jenazah Covid-19 di Lembang Dibungkus Plastik Bening, Ini Respons Dinkes KBB

"Korban meninggal dunia dan dimakamkan pada Rabu (22/7/2021) malam, dan keluarga korban dimintai biaya sebesar itu pada esok harinya," kata dia.

Menurutnya, prosesi pemakaman jenazah Covid-19 awalnya dilakukan oleh petugas RSUD Sumedang.

Namun, ada kebijakan baru untuk proses pemakaman jenazah Covid-19 diserahkan ke petugas yang dibentuk di pemerintah desa atau kelurahan.

Meski begitu, Iwa menyayangkan adanya aksi pungutan liar yang dilakukan oleh relawan pemakaman tersebut.

Sebab, kata dia, biaya pemakaman di setiap desa dan keluarahan biayanya sudah ditanggung oleh biaya yang bersumber dari Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD yang diajukan  RSUD atau Pemerintah Kecamatan, dan untuk di tingkat desa biayanya bersumber dari refocusing Dana Desa.

"Awalnya, proses pemakaman jenazah Covid-16 dilakukan oleh petugas RSUD, namun sekarang petugas RSUD hanya mengantarkan jenazah saja ke TPU, dan pemakamannya dilakukan oleh relawan pemakaman yang ada di setiap desa atau kelurahan. Tidak boleh, pungutan liar tersebut tidak dibenarkan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved