Breaking News:

Pak Uu Wagub Jabar Minta Warga Bijak di Medsos, Jangan Kebablasan Nanti Kena Hukum

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengimbau masyarakat Jabar untuk bijaksana dalam bermedia sosial di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Mega Nugraha
Istimewa/ dokumen pribadi Wagub Jabar
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum 

Laporan Wartawan Tribun jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Gencarnya penggunaan media sosial dan berbagai aplikasi pesan elektronik di tengah masyarakat harus diikuti dengan kewaspadaan bersama, terutama dalam upaya menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks.

Penyebaran berita bohong menjadi sangat berbahaya, di antaranya jika berkaitan dengan kebencanaan sampai penanganan Covid-19.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengimbau masyarakat Jabar untuk bijaksana dalam bermedia sosial di tengah pandemi Covid-19. Jangan sampai, katanya, berita bohong malah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat atau menghambat penanganan bencana dan pandemi.

Uu menyadari bahwa saat ini aktivitas masyarakat di media sosial sangat luar biasa. Apapun ide, keinginan, serta misi, katanya, bisa dituangkan lewat media sosial. Namun demikian, tidak semua mempunyai niat baik, banyak juga yang mempunyai niat buruk dalam bermedia sosial.

Baca juga: Daun Sirih Tidak Boleh Dikonsumsi Berlebihan, Efek Sampingnya Berbahaya untuk Mulut hingga Keguguran

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jabar yang penduduknya begitu banyak, tetapi bijak dalam menggunakan media sosialnya,’’ ungkap Sosok Panglima Santri Jabar ini.

Berdasarkan data, katanya, jika dibandingkan dengan penduduknya yang mencapai 50 juta jiwa, jumlah penyebar hoaks di media sosial asal Jabar yang sudah ditangani Kepolisian, lebih rendah jika dibandingkan provinsi lainnya.

“Di Jawa Barat ini menunjukkan intelektualitas masyarakat Jawa Barat dan keimanan serta ketakwaannya sangat luar biasa. Maka untuk penyebar kebohongan itu haram karena bohong bisa memudaratkan orang lain,” katanya,

Pak Uu menyampaikan bahwa terkadang banyak orang yang begitu percaya terhadap berbagai berita di media sosial walaupun beritanya sekalipun tidak masuk logika. Tidak menutup kemungkinan, katanya, berita-berita bohong dari luar provinsi atau bahkan luar negeri pun bisa masuk ke Jabar.

“Oleh karena itu saya berharap kepada masyarakat jangan begitu langsung percaya terhadap dunia media sosial, termasuk di dalamnya masalah pandemi Covid-19. Karena banyak orang ataupun kelompok yang tidak tertutup kemungkinan manfaatkan suasana Covid-19 seperti ini untuk mengadu domba dan menjelek-jelekkan pemerintah," tutur Pak Uu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved