Breaking News:

Makin Terpuruk Pendapatan Hotel dan Restoran Turun Drastis Hampir ke Titik 0, PHRI Berharap Izin Ini

Memasuki tahun kedua pandemi, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang seharusnya menjadi tulang punggung PAD, justru terkena dampak paling besar

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Ilustrasi hotel sepi karena wabah virus corona 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 terus mematikan industri pariwisata di berbagai daerah termasuk di Jawa Barat. 

Memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang seharusnya menjadi tulang punggung PAD, justru sekarang terkena dampak yang paling besar, khususnya industri Hotel dan Restoran di Jawa Barat. 

Untuk menekan laju peningkatan kasus virus corona, pemerintah pun melakukan berbagai instrumen dengan melakukan berbagai aturan baru seperti PPKM Darurat dan PPKM level 3 dan 4.

Melaui siaran pers yang disebarkan, Asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),  Herman Muchtar sebagai ketua membeberkan keadaan yang semakin terpuruk  terjadi pada hotel dan restoran saat ini. 

Baca juga: Aksi Pasang Bendera Putih Emoticon Nangis Sukses Tanpa Rusuh, 4 Tuntutan PHRI Garut Dikabulkan

Ia pun memberikan beberapa fakta yang terjadi diantaranya adalah :

1. Terjadinya pembatalan pesanan, baik kamar maupun kegiatan yang sudah terencana, dan pengembalian DP kepada pihak konsumen. 

2.  Penurunan tingkat hunian hotel rata-rata saat ini dibawah 5% per bulan Juli 2021.

3. Penutupan mall atau pusat perbelanjaan sehingga memaksa penghentian operasional restoran / rumah makan secara total pada mereka yang berlokasi di mall tersebut. 

"Dari poin tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan income perusahaan secara drastis hampir ke titik 0," ujarnya, Minggu (25/7/2021).

Hal ini pun berdampak  beban perusahaan mulai dari gaji karyawan, tagihan PLN, BPJS, pajak dan lainnya tidak dapat terbayarkan. 

Oleh karena itu, PHRI mengusulkan langkah dan dukungan pemerintah supaya industri ini bisa bertahan di masa pandemi. 

"Adanya relaksasi atau penghentian sementara pembayaran beban pajak, mulai dari pajak PHRI, PPh, Ppn, PBB sampai kondisi lebih baik dan penghentian sementara pembebanan pajak PLN," tulisnya. 

Baca juga: Pelaku Usaha Hotel Sudah Ada yang Menyerah, PHRI Pangandaran Pilih Sabar dan Bertahan, Ini Alasannya

Dalam surat tersebut pun PHRI berharap adanya kebijakan perizinan seperti kegiatan MICE di hotel dengan maksimal kapasitas 50 persen dari ruangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Selain itu memberikan izin dine in pada restoran, rumah makan dan kafe dengan maksimal 50 persen dan operasional sampai dengan jam 21.00 WIB dengan memperketat protokol kesehatan.  (*)
 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved