Breaking News:

Tempat Ini Resmi Jadi Tempat Isoman, Kapasitas Tempat Isolasi Mandiri di Kabupaten Bandung Bertambah

Selain Gedung Wisma Atlet Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pun memiliki dua lokasi lainnya untuk memfasilitasi layanan kebutuhan pasien Covid-19

Penulis: Cipta Permana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Cipta Permana
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto di dampingi Sekda Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja (kiri), Bupati Bandung, Dadang Supriatna (belakang Panglima TNI) dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Arief Sulistyanto (kiri) menjelaskan terkait hasil tinjauan kesiapan fasilitas di Wisma atlet Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/7/2021) 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gedung Wisma Atlet yang berada di Komplek Sarana Olahraga (SOR) Si Jalak Harupat resmi menjadi tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 Kabupaten Bandung.

Dengan diresmikannya gedung tersebut, Kabupaten Bandung telah memiliki tiga tempat isolasi mandiri bagi warganya, yaitu Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Baleendah, Rumah Sakit Otto Iskandar Dinata di Kecamatan Soreang, dan yang baru diresmikan tersebut.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, kapasitas yang dimiliki wisma atlet Si Jalak Harupat mencapai 88 unit tempat tidur, namun delapan di antaranya diperuntukan bagi petugas, sehingga hanya 80 unit bagi pasien Covid-19.

Wisma atlet tersebut akan memfasilitasi pasien covid-19 bergejala ringan dan pasien tanpa gejala (OTG).

"Kapasitasnya (wisma atlet) itu 88 bed. Delapan bed untuk petugas, 80 untuk isoman pasien covid-19 bergejala ringan dan OTG," jelas Dadang," ujar Dadang saat ditemui usai mendampingi Panglima TNI untuk meninjau Gedung Wisma Atlet Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Sabtu (24/7/2021)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. Grace Mediana menambahkan, saat ini selain Gedung Wisma Atlet Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pun memiliki dua lokasi lainnya untuk memfasilitasi layanan kebutuhan pasien Covid-19, yaitu Gedung BLK Baleendah dan RS. Otto Iskandar Dinata.

"Kapasitas tempat isolasi mandiri di Gedung BLK Baleendah ada 46 bed. Kemudian, RS. Otto Iskandar Dinata ada 65, jadi dengan ini (wisma atlet) kurang lebih totalnya 190an ya. Kalau tingkat keterisian BOR, di BLK sekarang sudah mulai menurun, hingga saat ini hanya 20 persen, karena banyak yang melakukan mandiri di rumahnya masing-masing," ujarnya dilokasi yang sama.

Baca juga: Alami Batuk dan Pilek Lalu Jalani Isolasi Mandiri di Rumah Kosong, Pria Ini Ditemukan Meninggal

dr. Grace menuturkan, dengan mayoritas pasien covid-19 di Kabupaten Bandung yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, membuat pihaknya kesulitan dalam melakukan pemantauan perkembangan kondisi dari setiap pasien.

Oleh karena itu, diperlukan kedisiplinan dari setiap pasien covid-19 yang memilih untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Ia pun menambahkan, pemerintah daerah akan mengkhususkan Rumah Sakit Soreang untuk menjadi rumah sakit khusus menangani pasien Covid-19. Pasalnya, sebagian alat kesehatan di RS Soreang, kini sudah dialihkan ke RS Otista.

"Kami mempersiapkan, artinya nanti RS Soreang lama akan kita jadikan rumah sakit khusus Covid-19, mulai dari penanganan pasien dengan status merah atau yang memerlukan dukungan fasilitas ICU dan ventilator, termasuk pasien Covid-19 berstatus kuning dan hijau. Jadi RS Soreang lama rencana akan kita jadikan tempat penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung, karena disana kurang lebih ada 100 tempat tidur kapasitasnya," katanya

Baca juga: Panglima TNI Tinjau Kesiapan Tempat Isoman di Wisma Atlet Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved