Breaking News:

PPKM Darurat

Penjual Kerupuk di Tasik Kelelahan dan Tidur di Emper Toko, Terkejut saat Dagangannya Diborong Habis

Polisi menghampiri lelaki tua itu dan pelan-pelan membangunkannya. Lelaki itu akhirnya terbangun dan ia kaget di hadapannya ada polisi.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Firman Suryaman
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan, memborong kerupuk sengsara dari pedagang yang ketiduran di emper toko, Jumat (23/7) tengah malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Seorang lelaki tua bersama anak perempuannya yang masih belia terlelap kelelahan di trotoar toko, Jalan Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, Jumat (23/7/2021) tengah malam.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan, yang tengah melaksanakan patroli skala besar, turun dari kendaraanya saat melihat pemandangan mengenaskan itu.

Ia menghampiri lelaki tua itu dan pelan-pelan membangunkannya. Lelaki itu akhirnya terbangun dan ia kaget di hadapannya ada polisi.

Lebih kaget lagi, ketika Doni yang juga Kapolres Tasikmalaya Kota, mengaku akan memborong seluruh jualannya.

Karena sedang pelaksanaan PPKM Darurat, si bapa beserta anaknya pun disuruh langsung pulang setelah jualannya diborong.

Lelaki tua itu jualan kerupuk tradisional terbuat dari tepung tapioka yang biasa disebut sebagai kerupuk sangsara (miskin), karena harganya yang sangat murah.

"Seharian saya jualan, dagangan masih banyak yang belum terjual, Pak. Makanya saya memilih terus jualan, mencegat orang-orang yang hendak ke pasar dini hari," ujar lelaki tersebut saat ditanya Kapolres.

Baca juga: Pedagang di Cirebon Menahan Tangis, Disuruh Pulang Polisi, Dagangan Diborong dan Diberi Bantuan

Doni juga sempat mempertanyakan kenapa jualan sambil membawa anak kecil. Ternyata, kata lelaki itu, anaknya memang selalu ingin ikut jualan.

Kapolres kemudian memborong seluruh kerupuk sangsara berwarna khas merah dan putih itu.

Harga aslinya hanya Rp 1.000 per bungkus berisi 10 kerupuk. Namun Kapolres memberikan uang pecahan Rp 100.000 tiga lembar untuk seluruh kerupuk sebanyak 25 bungkus.

Doni pun masih memberikan uang untuk ongkos bapak anak ini pulang ke rumahnya di Ciamis sesuai pengakuan si bapa.

"Tidak hanya bapak penjual kerupuk sangsara yang kami borong malam itu. Tapi juga tukang jualan keliling lainnya," kata Doni.

Baca juga: Cerita Nenek Bungkuk yang Harus Mengais Sisa Panen Demi 1 Liter Beras, Bersimpuh Saat Dapat Bantuan

Selain sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap pedagang kecil, memborong barang dagangan juga dimaksudkan agar tukang jualan segera pulang.

"Patroli berskala besar ini, selain ingin melihat tingkat kepatuhan warga terhadap aturan PPKM darurat juga sekalian diisi kegiatan sosial bagi-bagi sembako," ujar Doni.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved