Breaking News:

Cerita Sedih Vino Jalani Isoman, Hidup Sebatang Kara Setelah Ayah Bundanya Meninggal Karena Covid-19

Seorang bocah 10 tahun mengalami kisah pilu setelah kedua orang tua meninggal dunia karena Covid-19. Kini hidup sebatang kara

Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Warga silih berganti mendatangi rumah Vino, sembari memberikan bingkisan sembako dan makanan siap saji untuk kebutuhannya di Kampung Linggang Purworejo RT 4, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (20/7/2021). Bocah 10 tahun ini menjadi yatim piatu setelah kedua orang tua meninggal dunia diketahui terpapar Covid-19.  

Kakak Kino, Sumini (38), mengatakan, kepergian adik-adiknya itu begitu cepat.

Bahkan, sebelum ajal menjemput sang istri, Kino masih sempat menelepon keluarganya di Sragen.

"Kino minta agar keluarga memaafkan kesalahan istrinya," kata Sumini.

Sumini mengenal Kino sebagai pria yang sangat menyayangi keluarganya.

"Cinta mereka luar biasa, sering itu kalau makan, sepiring berdua, Kino sayang sekali sama istrinya," ucapnya.

Baca juga: Harus Isolasi Mandiri, Jangan Khawatir, Ini 4 Aspek Penting Agar Isoman Aman dan Nyaman

Ada satu cerita perjuangan Kino, saat istrinya tengah ngidam, ingin dibelikan nasi padang.

"Waktu itu Lina malam-malam ngidam nasi padang, kan disana gelap, ada pemadaman, jadinya tidak dituruti oleh Kino, lalu Lina ngambek, akhirnya ya dibelikan," kenangnya.

Nasib Vino

Sementara, anak Kino dan Lina, Vino, harus menjalani isolasi mandiri seorang diri di rumahnya di Kutai Barat.

"Vino lahir di Sragen, tapi sejak berumur 7 bulan, Vino dibawa oleh kedua orangtuanya, dan menetap di Kalimantan Timur," kata Panikem, nenek Vino, Jumat (23/7/2021).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved