Breaking News:

Terharu, Guru dan Tenaga Pendidik di Daerah ini Sisihkan Uang untuk Bantu Warga Isoman

Guru dan tenaga kependidikan di daerah ini sudah sepakat menyisihkan sebagian dari rezki mereka untuk membantu warga yang menjalani isoman

Penulis: Andri M Dani | Editor: Siti Fatimah
ilustrasi isoman- Guru dan tenaga kependidikan di daerah ini sudah sepakat menyisihkan sebagian dari rezki mereka untuk membantu warga yang menjalani isoman. 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Guna menekan lonjakan kasus Covid-19 di Ciamis,  Ciamis mendirikan pusat  isolasi mandiri di tiap kecamatan. Lokasinya mayoritas   menempati  gedung SMP setempat.

Langkah darurat dan gerak cepat yang ditempuh Bupati Ciamis tersebut mendapat dukungan penuh kelurrga besar pendidikan Ciamis.

Guru dan tenaga kependidikan di Ciamis sudah sepakat menyisihkan sebagian dari rezki mereka untuk membantu warga Ciamis yang menjalani isolasi mandiri  di pusat isoman tiap kecamatan tersebut.

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Kasus Covid-19 di Majalengka Masih Ngegas, 1.437 Orang Jalani Isoman

“Kami dari Disdik sudah menggelar rapat dengan para kepala sekolah dan perwakilan guru. Semuanya sepakat untuk menyisihkan sebagian rezkinya guna membantu warga yang diisoman. Baik itu berupa uang, makanan, sembako, bahan makanan, vitamin dan sebagainya,” ujar Kadisdik Ciamis Dr Asep Saeful Rahmat Msi kepada Tribun dan wartawan lainnya, Jumart (23/7).

Keluarga besar pendidikan di Ciamis sepakat dan mendukung digunkakan sejumlah gedung sekolah sebagai pusat isolasi mandiri di tiap kecaamtan guna menekan lonjakan angka penularan Covid-19 di Ciamis.

Sebagai bentuk kepedulian, juga sepakat menyisihkan sebagian rezkinya untuk membantu warga yang menjalani isolasi mandiri di pusat isoman tiap kecamatan tersebut.

Selain menggagas pembentukan pusat isolasi mandiri di tiap kecamatan, Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya juga mengajak warga yang mampu (para agnia) di tiap desa maupun kecamatan untuk peduli dengan warga yang menjalani isoman di pusat isoman tiap kecamatan tersebut.

Baca juga: Tiga Orang Meninggal Saat Isoman, Pusat Isolasi Mandiri Bisa Cegah Angka Kematian

Karena pembiayaan warga yang diisoman di pusat isoman tiap kecamatan tersebut tak mungkin semuanya ditanggung pemerintah. “Perlu juga ada kepedulian dari para agnia, dari tokoh masyarakat setempat,” harap Bupati Herdiat.

Dibentuknya pusat isolasi mandiri di tingkat kecamatan tersebut karena keberadaan pusat isolasi di tingkat RT/RW dan tingkat desa dinilai tidak efektif karena kurangnya pengawasan dan pengendalian.

Demikian juga dengan isolasi mandiri di rumah masing-masing yang cenderung malah meningkatkan jumlah kasus penularan Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved