Breaking News:

Adhikarya Parlemen

Siti Muntamah: Hari Anak Nasional, Momentum Perlindungan Anak di Tengah Pandemi

Memberikan perlindungan terhadap anak-anak di tengah pandemi Covid-19 tampaknya menjadi fokus utama Hari Anak Nasional tahun ini.

Humas DPRD Jabar
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Siti Muntamah, S.AP 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memberikan perlindungan terhadap anak-anak di tengah pandemi Covid-19 tampaknya menjadi fokus utama Hari Anak Nasional tahun ini. Dengan upaya memberi perlindungan terhadap anak-anak, berbagai lapisan masyarakat di negeri ini berupaya mempersiapkan masa depan anak-anak sekaligus bangsa Indonesia yang lebih baik.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Siti Muntamah, S.AP., menyatakan sesuai dengan tema Hari Anak Nasional yang kembali diperingati pada 23 Juli 2021, "Anak Terlindungi, Indonesia Maju", ia kembali menggaris bawahi empat hak dasar anak yang harus terpenuhi. Keempat hak dasar anak ini, ujarnya, berupa hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak berpartisipasi.

"Kalau kita bicara hak hidup, artinya anak-anak harus sehat. Makanya dia harus bisa hidup dengan fisiknya yang kuat. Kemudian hak perlindungan, salah satunya di tengah pandemi ini kita benar-benar harus melindungi anak-anak dari penularan Covid-19," kata anggota dewan yang akrab disapa Ummi Oded atau Ummi Siti ini di Kota Bandung, Kamis (22/7).

Anggota dewan dari dapil Kota Bandung dan Kota Cimahi ini mengatakan terpenting di tengah pandemi ini adalah supaya anak tidak tidak tertular dan tidak menularkan Covid-19. Anak-anak membutuhkan perhatian khusus karena relatif lebih sulit untuk melakukan protokol kesehatan tanpa orang dewasa.

Mengenai hak tumbuh kembang, katanya, anak dihadapkan pada kondisi pembelajaran jarak jauh. Kini, kegiatan sekolah dilakukan dari rumah dan ada pembatasan dalam bermain. Hal ini berkaitan dengan peran orang tua dan keluarga yang harus mendukung perkembangan anak walaupun aktivitasnya dilakukan di rumah.

"Orang tua dan sekolah, termasuk keluarga dan lingkungan, harus melakukan terobosan dalam tumbuh kembang anak di tengah masa pandemi. Jangan sampai ini terganggu keterbatasan, jangan sampai ini jadi lost generation," katanya.

Ummi Oded mengatakan semua pihak harus memperhatikan perkembangan psikis, sosial, sampai kognitif anak. Apalagi kini di tengah pandemi, semua kegiatan anak berbasis rumah dan keluarga. Karenanya, orang tua dan keluarga berperan besar dalam hal ini.

Dalam hal partisipasi anak, keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya. Ini dilaksanakan atas kesadaran, pemahaman serta kemauan bersama, sehingga anak dapat menikmati hasil atau mendapatkan manfaat dari keputusan tersebut

Ia pun menggarisbawahi sejumlah permasalah di tengah pandemi ini, seperti penularan Covid-19 terhadap anak yang semakin meningkat, hampir 14 persen dari keseluruhan kasus Covid-19. Juga kasus kekerasan kepada anak dalam keluarga yang juga terus meningkat.

"Memang selama pembelajaran jarak jauh ini muncul sejumlah dinamika, karena sosial dan psikologi kita di masa pandemi ini diuji. Termasuk orang tua dan orang sekitarnya. Makanya, kesabaran sangat penting di sini," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved