Pelaku Seni dan Budaya di Jabar yang Terdampak PPKM Darurat Dapat Bantuan dari Pemprov Jabar

Pemerintah Provinsi Jabar mulai menyalurkan bantuan sosial kepada seniman dan budayawan yang terdampak PPKM Darurat.

Istimewa/Dok Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memulai penyaluran bantuan sosial kepada seniman dan budayawan yang terdampak PPKM Darurat. 

"Pak Dedi Taufik tolong dimonitor lagi mana-mana yang belum tersisir oleh upaya yang dilakukan hari ini,” katanya.

Sementara itu, Dedi Taufik menjelaskan bahwa data pada  2020, total yang terdampak di sektor industri pariwisata dan budaya sebanyak 65 ribu jiwa.

Dari angka itu, 15 ribu jiwa di antaranya adalah seniman dan budayawan. Jumlah ini ia sebut bisa bertambah. Maka, pendataan terus dilakukan.

“Saya ditugaskan Pak Gubernur, coba mencarikan solusi. Salah saatunya memberikan bantuan. Ini sudah dimulai, hari ini ada 399 seniman dan budayawan yang mendapatkan sembako dan uang dari Pemprov Jabar,” ucap Dedi.

Selain bantuan sembako dan uang tunai hingga pendataan, Disparbud Jabar pun menyiapkan langkah pemulihan ekonomi.

Salah satunya, memfasilitasi kesenian dan karya para seniman serta budayawan dalam sebuah medium digital. Anggaran yang disiapkan Rp 3 miliar.

Kemudian, pihaknya segera menyiapkan ruang publik untuk seniman dan budayawan, termasuk promosi pariwisata secara terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota.

“Ini semua sedang berproses. Termasuk untuk perusahaan industri pariwisata yang lain, seperti relaksasi, penundaan pajak dan diskon listrik hingga air. Itu salah satu keinginan asosiasi. Semuanya sedang berproses,” ucap dia.

Tokoh seniman di Jawa Barat Tisna Sanjaya menilai bantuan ini merupakan kewajiban dari pemerintah yang harus diapresiasi. Ia berharap, sasaran bantuan para pelaku seni dan budaya terus bertambah serta meluas.

“Jangan dilihat besar kecilnya bantuan, tapi lihat niat dan solusi dari pihak pemerintah itu sudah lebih dari apapun. Alhamdulilah, hatur nuhun ka Kang Emil dan Pemprov Jabar. Mudah-mudahan bantuan bisa diberikan secara adil, semua dapat. Mudah-mudhan diikuti juga oleh pemprov lain, pemkot, pemkab. Karena ini memang sangat penting,” ucap Tisna.

Tisna memastikan, proses berkarya para pelaku seni dan budaya tidak berubah meski di tengah pandemi.

“Yang saya tahu, seniman yang sungguh-sungguh berkarya di masa Covid atau sebelum Covid itu terus berkarya, mencipta membuat inovasi, memunculkan karya estetik artistik dari masa yang sulit ini, banyak artefak, hasil karyanya di masa pandemi,” kata dia.

Ia yakin solidaritas berupa pemberian bantuan ini bukan hanya untuk seniman budayawan, tapi menyasar masyarakat yang terdampak PPKM Darurat yang lain.

Baca juga: Pasien Covid-19 Isoman di Kota Tasikmalaya Mulai Mendapatkan Bantuan Obat-obatan dan Vitamin

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved