Breaking News:

Begini Penampakan Rumah Ramah Anak di Aspol Polres Tasikmalaya yang Bakal Bikin Betah Anak-anak

Rumah ramah anak di Aspol Polres Tasikmalaya, benar-benar memanjakan penghuninya, dirancang sedemikian rupa agar anak-anak nyaman dan betah tinggal

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/FIRMAN SURYAMAN
Bagian depan Rumah Ramah Anak yang didirikan di Aspol Polres Tasikmalaya, Jumat (23/7/2021). 

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, mengatakan dalam penanganan kasus tindak pidana tidak jarang muncul pelaku atau korban termasuk saksi dari kalangan anak di bawah umur.

Dalam kondisi normal, anak-anak yang terlibat dalam masalah hukum itu bisa saja kembali ke rumah.

Kamar tidur di Rumah Ramah Anak yang didirikan di Aspol Polres Tasikmalaya, Jumat (23/7/2021).
Kamar tidur di Rumah Ramah Anak yang didirikan di Aspol Polres Tasikmalaya, Jumat (23/7/2021). (TRIBUNJABAR.ID/FIRMAN SURYAMAN)

"Ada kalanya harus ditampung dulu di tempat khusus, demi memperlancar penanganan kasusnya dan dalam rangka pembinaan," kata Rimsyahtono.

Baca juga: Hari Anak Nasional, Kasus Kekerasan Anak di Bandung Barat Masih Mendominasi, Orangtua Jangan Lengah

Dengan adanya rumah ramah anak ini, lanjut Kapolres, anak-anak akan merasa nyaman karena benar-benar diperlakukan sebagaimana mestinya.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, merasa lega karena inisiatif Polres Tasikmalaya mendirikan rumah ramah anak.

"Ini baru kali pertama ada rumah ramah anak. Momen pendiriannya juga pas berbarengan dengan Hari Anak Sedunia," kata Ato.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, meresmikan penggunaan rumah ramah anak pada momen Hari Anak Sedunia, di Aspol Polres Tasikmalaya, Jumat (23/7).
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, meresmikan penggunaan rumah ramah anak pada momen Hari Anak Sedunia, di Aspol Polres Tasikmalaya, Jumat (23/7). (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

Ia berharap rumah ramah anak ini ke depannya terus berfungsi dengan baik, sebagai tempat perlindungan, memberikan rasa aman dan nyaman serta tempat pembinaan anak yang tersandung hukum.

"Tidak hanya sebagai tersangka, tapi juga korban maupun saksi," ujar Ato. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved