Breaking News:

Remaja Di Bawah Umur Bawa Bom Molotov Mengaku Disuruh Seseorang, Polisi Sudah Kantongi Identitas

Dari hasil pemeriksaan polisi, remaja di bawah umur yang ditetapkan sebagai tersangka ini disuruh seseorang untuk membawa bom molotov

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Massa aksi yang melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung, Rabu (21/7/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi menetapkan H sebagai tersangka, remaja di bawah umur itu kedapatan membawa empat botol bom molotov saat ikut dalam aksi unjuk rasa menolak PPKM darurat, di Balai Kota Bandung, kemarin.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Manopang mengatakan, H terbukti sengaja membawa bom molotov tersebut untuk digunakan saat aksi demo di Balai Kota.

"Sudah kita tetapkan tersangka, yang bersangkutan kita kenakan pasal 187,  jo pasal 53, yaitu memiliki barang atau benda yang mengandung bahan peledak, yang membahayakn bagi nyawa dan harta benda, ancaman hukumannya itu delapan tahun," ujar Adanan, di Mapolrestabes Bandung, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Headline Tribun Jabar, Perusuh Bawa Bom Molotov, Unjuk Rasa Penolakan PPKM Darurat Ricuh

Dari hasil pemeriksaan, H disuruh seseorang untuk membawa bom molotov.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengamankan orang yang meminta H membawa bom molotov tersebut.

"Akan kita kembangkan ke yang memerintahkan itu, identitasnya sudah kita dapat," katanya.

Sementara itu, sekitar 170 orang yang sempat diamankan polisi pasca demo menolak PPKM kemarin, diindikasikan terkait dengan kelompok Anarko.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, ada identitas berupa bendera hingga pakaian yang mengarah pada kelompok tersebut.

Baca juga: Tiga Perusuh di Unjuk Rasa Protes PPKM Darurat di Bandung Tertular Virus Corona

"Ada indikasi mereka kelompok-kelompok Anarko karena kita temukan bendera, ada beberapa pakaian yang identitasnya Anarko," ucapnya.

Sekitar 170 orang yang terdiri dari pelajar SMP, SMA dan pengangguran itu sempat diamankan itu kini telah dipulangkan usai dilakukan pendataan.

"Mereka bukan dari elemen pengemudi ojol, atau pedagang, mereka murni kelompok yang memang berseberangan dengan kebijakan pemerintah," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved