Breaking News:

Kesbangpol Kota Bandung Minta Warga Kompak dan Saling Bantu Hindari Potensi Konflik di Masa Pandemi

Sekretaris Kesbangpol berharap semua warga bisa paham terhadap situasi yang saat ini sedang dihadapi agar terhindar dari adanya konflik.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
ILUSTRASI - Karang Taruna Kota Bandung bantu pengurusnya yang tengah isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19, Rabu (30/6/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Inci Dermaga mengungkapkan kunci hadapi pandemi yang dapat dilakukan masyarakat ialah dengan menjaga diri dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Inci juga berharap semua warga bisa paham terhadap situasi yang saat ini sedang dihadapi agar terhindar dari adanya konflik. Selain itu, di masa pandemi butuh kesadaran sosial untuk saling membantu satu sama lain.

Menyinggung terkait aksi unjuk rasa penolakan kebijakan PPKM darurat kemarin, katanya, wujud nyata kondisi pandemi yang telah memberi dampak lebih jauh hingga menghadirkan potensi konflik di tengah masyarakat. Proses unjuk rasa, lanjutnya, bisa dilakukan selama dijalankan dengan baik.

"Perlu soliditas dan pemahaman massa untuk menghindari adanya oknum yang dapat memancing suasana semakin memanas dan berlanjut pada konflik. Kami juga sudah penggalangan dan pengawalan tapi mereka masuk ke driver ojol. Tapi, ojol sudah menolak karena sudah tahu dan paham sebelumnya," kata Inci, Kamis (22/7/2021).

Kesbangpol Kota Bandung, kata Inci, cukup terkendala dengan minimnya sumber daya manusia, sehingga pihaknya terus menggandeng berbagai elemen. Padahal, berdasar surat keputusan wali kota sudah miliki tim terpadu penanganan konflik sosial dan tim kewaspadaan dini daerah yang anggotanya dari unsur Pemkot Bandung termasuk instansi intelejen lainnya di TNI, Polri, dan Kejaksaan.

"Masyarakat menjadi kekuatan utama mengantisipasi segala potensi konflik tanpa terkecuali di tengah pandemi. Kami manfaatkan juga forum interaksi strategis yang menjadi binaan Kesbangpol," ujarnya.

Kemudian, ada peran aparat kewilayahan hingga level RT dan RW yang punya peran penting dalam mengantisipasi konflik. Kalau perlu, sebisa mungkin mengantisipasi setiap persolan yang muncul. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved