Breaking News:

Ibu Gugat Anak di Majalengka, Sudah Tiga Bulan 10 Kali Sidang, Belum Berujung Damai, Ini Penyebabnya

Sudah tiga bulan lamanya proses sidang sidang ibu gugat anak di digelar di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka belum sepakat untuk berdamai

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Siti Fatimah
Ika Wartika sempat datang ke rumah ibu angkatnya Sri Mulyani untuk meminta maaf terkait kasus yang sedang dihadapi.   

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Sudah tiga bulan lamanya proses sidang perdata perkara gugatan pembatalan kutipan akta lahir seorang anak oleh ibunya digelar.

Namun, sampai saat ini sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka belum menemukan kata sepakat untuk berdamai seperti harapan para penasehat hukum kedua belah pihak.

Upaya perdamaian sejatinya terus ditempuh oleh kuasa hukum kedua belah pihak.

Baca juga: Sidang Lanjutan Ibu Gugat Anak di Majalengka, Kuasa Hukum Tergugat Yakin Ada Titik Temu

Mereka memberikan masukan kepada masing-masing kliennya agar konflik antara ibu dan anak ini bisa diakhiri dengan damai.

Setidaknya, sebelum majelis hakim menjatuhkan palu.

Sayang, upaya tersebut sampai persidangan ke-10 kalinya ini pada Kamis (22/7/2021) belum juga mereda.

Padahal semua berharap perkara gugatan antara ibu dan anak ini berujung damai.

"Ya, kami akan terus berupaya mencari jalan damai, dengan terus memberikan pengertian pada mamih (Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio) sebagai penggugat, Namun si mamih bersikukuh pada pendiriannya, karena dia punya prinsip bahwa dirinya punya kewenangan untuk mengelola harta warisan tersebut. Ada kesepakatan yang sampai saat ini belum tercapai, tapi walaupun demikian kami akan terus memberikan pengertian pada klien kami," ujar Asep Rahman, Kuasa Hukum penggugat melalui telpon selulernya, Kamis (22/7/2021).

Menurut Asep Rahman, penggugat menginginkan pengelolaan harta tersebut oleh dirinya.

"Kemauan mamih semuanya dikembalikan pada perjanjian awal. Mamih menginginkan antara Eko dan Ika kebagian sama rata, jangan sampai dikemudian hari ada (gontok- gontokan. Tapi keinginan dari tergugat, harus ada pemilahan antara wasiat dengan warisan, hal itulah yang sampai saat ini belum mencapai perdamaian," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved