Breaking News:

Hindari Calo yang Tawarkan Puluhan Juta Rupiah, Krematorium Pancaka Seroja Lakukan Antisipasi Ini

Krematorium Pancaka Seroja menduga adanya praktik percaloan dalam isu dugaan kartel kremasi jenazah pasien Covid-19.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
Ruang kremasi jenazah di Krematorium Pancaka Seroja, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (22/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Krematorium Pancaka Seroja menduga adanya praktik percaloan dalam isu dugaan kartel kremasi jenazah pasien Covid-19.

Pasalnya, tarif kremasi yang kini viral di media sosial tersebut membengkak mencapai puluhan juta rupiah.

Ketua Yayasan Pancaka Seroja, Ramlan Pandapotan, mengatakan, telah menyiapkan antisipasi khusus agar keluarga jenazah yang dikremasi terhindar dari praktik calo.

Menurut dia, hal tersebut diterapkan belum lama ini sejak isu kartel kremasi beredar di media sosial.

"Ahli warisnya jenazah yang dikremasi harus datang atau minimalnya telepon ke sini," ujar Ramlan Pandapotan saat ditemui di Krematorium Pancaka Seroja, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (22/7/2021).

Ia mengatakan, keberadaan ahli waris tersebut bertujuan agar mengetahui langsung tarif jasa kremasi di Krematorium Pancaka Seroja.

Bahkan, jika tidak ada ahli waris yang mendampingi maka pihaknya tidak akan mengkremasi jenazah tersebut.

Ia tidak menginginkan biaya kremasi jenazah yang hanya Rp 3 juta dilipatgandakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Kami beri tahu seluruh staf di sini saat mengkremasi harus ada ahli warisnya," kata Ramlan Pandapotan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved