Breaking News:

BPBD Minta Warga 3 Wilayah di Bandung Barat Ini Waspadai Kejadian Rawan dan Bencana di Musim Kemarau

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat mencatat, ada tiga dari 16 kecamatan yang sering dilanda kekeringan saat musim kemarau ini

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
ILUSTRASI - Petugas BPBD KBB saat meninjau lokasi longsor di Kampung Hegarmanah, RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (13/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat, ada tiga dari 16 kecamatan yang sering dilanda kekeringan saat musim kemarau seperti saat ini.

Tiga kecamatan itu adalah Kecamatan Ngamprah, Kecamatan Padalarang, dan Kecamatan Cipatat. Akibat bencana kekeringan tersebut menyebabkan berbagai macam dampak buruk bagi masyarakat jika tidak dilakukan antisipasi.

Kepala BPBD KBB Duddy Prabowo mengatakan, dampak dari kekeringan tersebut, menyebabkan masyarakat di tiga kecamatan itu kerap mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.

"Saat musim kemarau tiga daerah itu juga rawan terjadi krisis air bersih saat kemarau panjang terjadi," ujarnya di Kantor Pemkab Bandung Barat, Kamis (22/7/2021).

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau di Bandung Barat tahun ini jatuh pada bulan September, sehingga pihaknya meninta warga menyiapkan diri untuk menghadapi puncak kemarau.

"Saat ini musim hujan sudah mulai berakhir, di bulan Mei sampai Juni masih ada curah hujan, namun dengan intensitas ringan," kata Duddy.

Terkait hal ini, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi sejak tiga minggu yang lalu dengan provinsi terkait dengan penetapan status, namun pihaknya belum sampai untuk menaikan ke status siaga.

Duddy mengatakan, akibat kekeringan akibat dampak puncak musim kemarau ini kerap memicu dampak buruk bagi sektor pertanian dan kerap terjadi kebakaran hutan di sejumlah titik.

"Yang paling penting yang perlu diantisipasi kalau kemarau itu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, termasuk krisis air bersih," ucapnya.

Berdasarkan catatan peristiwa kebakaran hutan di wilayah Bandung Barat, BPBD juga sudah memetakan titik-titik hutan yang menjadi pantauan pada puncak kemarau ini. 

Hutan-hutan tersebut yakni, milik Perhutani yang sering terbakar tersebar di Kecamatan Cisarua, Lembang dan Cipatat

"Potensi kebakaran biasanya terjadi di lahan-lahan milik Perhutani yang di wilayah Bandung Utara, seperti Cisarua, termasuk Cipatat juga ada lahan Perhutani yang lahannya rawan terbakar," ujar Duddy. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved