Breaking News:

Alasan Kata ''Darurat'' Dihilangkan di Belakang PPKM dan Diganti Pelevelan

Kata "darurat" dalam pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ditinggalkan. Kini, muncul istilah baru yang mengikuti PPKM.

Editor: Giri
Dok.Menko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kata "darurat" dalam pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ditinggalkan. Kini, muncul istilah baru yang mengikuti PPKM, yaitu "level".

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, menjelaskan di balik perubahan itu.

Airlangga mengatakan pemerintah melakukan pergantian karena mengikuti arahan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Selain itu, pergantian istilah tersebut juga dikarenakan adanya permintaan dari para gubernur dan publik untuk mengubah istilah PPKM darurat

 

"Terkait dengan level memang kita mengikuti apa yang diarahkan oleh WHO dan kita menggunakan dua level, yaitu level transmisi dan kapasitas respons," ujar Airlangga, dalam konferensi pers terkait perpanjangan PPKM darurat, Rabu (21/7/2021).

 

"Istilah darurat itu memang kita harmonisasikan dengan level 1, 2, 3, 4 karena memang ini ada permintaan juga dalam ratas dengan para gubernur. Para gubernur juga mengusulkan bahwa istilahnya diubah. Demikian pula dari publik," ucap Airlangga.

Airlangga menjelaskan, terdapat kriteria-kriteria yang dijadikan acuan dalam menentukan level di PPKM. 

Salah satunya kriterianya adalah kasus konfirmasi.

Dia mencontohkan suatu kota akan menerapkan PPKM level 4 apabila kasus konfirmasi positifnya per 100 ribu penduduk itu di atas 150.

Kemudian tingkat perawatan per 100 ribu penduduk di atas 30.

"Kemudian juga untuk kita melihat kemampuan terbatas daripada testing positif. Kemudian mendorong kontak tracing-nya dan terkait dengan BOR-nya," kata politisi Golkar ini.

"Sehingga apabila salah satu dari kriteria tersebut yang kena, itu kita masukkan dalam level 4. Level 4 ini di Kemenkes ada secara harian sehingga kita juga menjaga berdasarkan data mingguannya sehingga kita bisa menentukan jumlah-jumlah kotanya kemudian," imbuh Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menegaskan, kriteria level PPKM sudah tercantum dengan jelas dalam Instruksi Mendagri. 

"Agar mendapatkan kejelasan antara kapan kita masuk dalam level 1, kapan level 2, dan kapan level 3, dan kapan level 4. Di dalam Inmendagri ini sudah kita bedakan antara level 4 dan level 3 dengan kriteria yang jelas dan diberikan jumlah target, karena ini penting untuk memonitor," ucapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ini Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM Per Level, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/07/22/ini-alasan-pemerintah-ganti-istilah-ppkm-darurat-menjadi-ppkm-per-level.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved