Breaking News:

PPKM Darurat

Ridwan Kamil Sebut PPKM Darurat Turunkan Penambahan Kasus hingga Angka Kematian Covid di Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa PPKM Darurat telah terbukti menurunkan penambahan kasus Covid-19, kasus kematian, dan keterisian RS

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Foto: Deni/Biro Adpim Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyerahkan secara simbolis obat-obatan dan suplemen vitamin kepada kurir, dan dilanjutkan dengan meninjau ketersediaan obat untuk masyarakat Jabar di Kantor Dinkes Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat telah terbukti menurunkan penambahan kasus Covid-19, kasus kematian, dan keterisian rumah sakit di Jabar.

Untuk kasus kematian, contohnya, pada 11 Juli tercatat 269 kematian akibat Covid-19 di Jabar, kemudian pada 15 Juli tercatat 126 kasus kematian, pada 17 Juli 91 kematian, dan pada 19 Juli menurun menjadi 70 kematian.

"Kalau ada yang tanya apakah PPKM Darurat berhasil, kalau dilihat dari statistik ini, saya menyatakan cukup lumayan. Di awal-awal puncak kenaikan itu cukup tinggi tanggal 11 Juli, ke sini ke sini makin turun, mudah-mudahan juga seiring waktu pesan pesan di WA yang innalillahi kita semakin turun," katanya di Gedung Pakuan, Rabu (21/7/2021).

Keterisian rumah sakit perawatan Covid-19, katanya juga turun sebesar 13 persen dari awalnya 90,69 persen. Rumah sakit yang mengalami penurunan keterisian tempat tidur paling banyak dialami di Priangan Timur.

"Angka-angka ini menunjukkan bahwa penguatan oksigen yang kita lakukan untuk rumah sakit, juga sebagian kita berikan untuk yang isolasi mandiri, itu menurunkan angka kematian," katanya.

Penyakit bawaan atau komorbid, katanya, adalah yang membuat kematian tinggi, yaitu pada peringkat pertama adalah darah tinggi, keduanya diabetes, dan yang ketiganya adalah penyakit jantung.

Baca juga: PPKM Darurat, Resepsi Pernikahan Dibubarkan Satgas Covid-19, Warga Khawatir Muncul Klaster Baru

"Jadi ini akan menjadi perhatian kita semua, bahwa tiga penyakit yang besar ini, itu mayoritas yang menjangkiti kematian warga-warga di Jawa Barat," katanya.

Ridwan Kamil mengatakan kematian akibat Covid-19 di Jabar sebagian besar dialami daerah dengan angka capaian vaksinasi yang rendah. Karenanyaz ia akan kembali menggenjot vaksinasi.

"Tadi kita melaporkan ada korelasi antara vaksin yang rendah dengan kematian. Jadi kesimpulannya ada daerah-daerah yang vaksinnya rendah, itu tingkat presentase kematiannya tinggi. Ada dua daerah, Kota Cirebon dan Kota Bandung, yang persentase vaksinasinya tinggi, kematiannya rendah," katanya.

Baca juga: Kabar Baik, Pasien Sembuh Covid-19 di Majalengka Hari Ini Bertambah 136 Orang

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved