PPKM Darurat

PPKM Darurat di Kota Bandung Diperpanjang Tapi Ada Relaksasi, Pasar akan Buka sampai Pukul 20.00

PPKM Darurat di Kota Bandung diperpanjang sampai 25 Juli 2021, tapi ada beberapa poin yang direlaksasi.

Penulis: Tiah SM | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUN JABAR/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk pegawai ritel dan toko swalayan di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021). Yana mengatakan, perpanjangan PPKM Darurat adalah kebijakan pemerintah pusat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PPKM Darurat di Kota Bandung diperpanjang sampai 25 Juli 2021, tapi ada beberapa poin yang direlaksasi.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, perpanjangan PPKM Darurat adalah kebijakan pemerintah pusat.

"Presiden sudah akan merelaksasi sektor sosial dan ekonomi setelah tanggal 25 makanya hayu sama-sama kita turunkan kasus Covid-19," ujar Yana seusai meninjau RPH Ciroyom, Rabu (21/7/2021).

Yana mengatakan, kasus Covid-19, indikatornya naik turun terus. Sempat turun penambahanannya per hari, tapi naik lagi.

Keterisian tempat tidur atau (BOR) juga sempat turun.

Yana kembali mengajak mematuhi protokol kesehatan, agar kasus Covid-19 turun dan ekonomi kembali berjalan.

Yana mengatakan, relaksasi yang akan dibuat di Kota Bandung di antaranya penutupan jalan yang semula tiga kali menjadi hanya sekali, mulai pukul 18 sampai 05.00.

Menurut Yana, kepastian relaksasi akan dibahas Sekda Kota Bandung bersama jajaran kepolisian.

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, selain penutupan hanya sekali, juga ada kelonggaran bagi pasar tradisional yang semula sampai pukul 10.00 kini sampai pukul 20.00.

Relaksasi lainnya diberikan kepada para pelaku usaha formal dan informal, termasuk PKL bisa sampai pukul 21.00 dari semula sampai 18.00.

"Kafe, restoran, atau pedagang makanan kaki lima tidak boleh dine in atau tak boleh makan di tempat, tetap harus take away," ujar Ema.

Ema mengatakan Kota Bandung masuk level 4.

"Tingkat kekritisan masih level 4. Kalau di Bandung fluktuatif, rumah sakit di Kota Bandung selalu penuh tapi tidak didominasi penduduk Kota Bandung," ujar Ema

Ema mengatakan dari 29 rumah sakit, pasien yang dirawat 45 persen penduduk luar Kota Bandung.

Ema juga khawatir, pasien Covid-19 warga luar Kota Bandung yang meninggal di rumah sakit masuk data Kota Bandung.

"Jika ada pasien Covid-19 meninggal di rumah sakit kota tapi bukan warga Kota Bandung, jangan dicatat di data base Kota Bandung, " ujar Ema. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved