Breaking News:

Pimpinan PKL Datangi Pemkot Sukabumi Tanya Nasib Mereka Terkait PPKM Darurat Diperpanjang

Sejumlah perwakilan PKL mendatangi kantor Pemerintah Kota Sukabumi, Rabu (21/7/2021). Kedatangan mereka untuk memastikan kembali nasib para pedagang

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/DIAN HERDIANSYAH
Perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) mendatangi kantor Pemerintah Kota Sukabumi, Rabu (21/7/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Sejumlah perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) mendatangi kantor Pemerintah Kota Sukabumi, Rabu (21/7/2021).

Mereka terdiri dari perwakilan PKL di antaranya Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Sukabumi, Paguyuban PKL Gunung Parang (PPKLGP), Forum Pedagang Kecil Sukabumi (Forpakis), PKL A. Yani Alun-Alun Mandiri dan Paguyuban Pedagang Dago menuntut situasi hari ini akibat terdampak PPKM Darurat.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Sukabumi Nandang (44) mengatakan, kedatangannya untuk memastikan kembali nasib para pedagang pasca selesainya PPKM Darurat kemarin, yang kemudian hari ini diperpanjang kembali oleh pemerintah pusat.

"Kedatangan kami ke Pemkot dalam rangka memastikan kembali nasib kami, karena kemarin sudah selesai. Kemudian hari ini PPKM Darurat di perpanjang kembali, itu sih intinya" ujar Nandang, Kepada Tribunjabar.id, Rabu siang (21/7/2021)

Pasalnya akibat PPKM Darurat ini, kata Nandang, banyak pedagang terdampak yang tidak bisa berjualan di lapaknya, sementara pedagang kecil yang ada membutuhkan untuk keperluan hidup mereka sehari-hari.

"Persoalan hari inikan, mereka dagang hari ini untuk makan hari ini. Dampak ini yang harus diketahui pemerintah, dan hingga sampai saat ini tidak ada solusi. Meskipun ada stimulan tetap tidak bisa mencukupi kebutuhan," ucap Nandang.

Sementara itu para PKL, berharap pemerintah bisa berkomitmen hasil audiensi mengenai nasib mereka ke depan agar tidak terlarut dampak berkepanjangan.

"Hasilnya nanti tanggal 26 Juli bisa kembali berdagang. Harapannya nanti bisa berjualan kembali," kata Nandang.

Hal serupa dikatakan Ketua Paguyuban Pedagang Dago Ferdian, menurutnya mereka tidak berdagang semenjak adanya ada pedagang terpapar Covid-19 sebelum diberlakukannya PPKM Darurat hingga saat ini.

"Kami sudah lama tidak berjualan, sehingga kami perlu kepastian kapan bisa berdagang. Namun tadi tanggal 26 Juli baru boleh tentunya melihat perkembangan" kata Ferdi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved