Breaking News:

Gedung Baru untuk Rawat Pasien Covid-19 di RSDH Cianjur Disegel Satpol PP, Ini Alasannya

Gedung baru di RSDH Cianjur disegel Satpol PP. Gedung ini rencananya dipakai untuk merawat pasien Covid-19.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: taufik ismail
Istimewa/DPRD Cianjur
Gedung Baru di RSDH Cianjur disegel pengawasan. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadi, mengatakan bahwa gedung baru di bagian belakang Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) dalam segel pengawasan.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi dari Dinas Perizinan, pihak rumah sakit belum mengantongi izin secara lengkap terkait operasional gedung baru tersebut.

"Segel pengawasan, saya berharap pihak rumah sakit segera menyelesaikan perizinannya," ujar Hendri.

Ia mengatakan, fakta tersebut terungkap saat mereka bersama dengan Komisi D dan Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur melakukan sidak dalam rangka pemantauan tempat tidur pasien Covid-19 dan ketersediaan gas oksigen di Rumah Sakit Swasta Dr Hafiz di Jalan Raya Pramuka, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Senin (19/7/2021).

Sepulang dari sidak tersebut, pada sore harinya gedung belakang disegel pengawasan.

Gedung ini diperuntukan bagi pasien Covid-19.

Pantauan Tribun, Rabu (21/7/2021), beberapa perawat dan petugas kebersihan terlihat beraktivitas di gedung baru yang bernama Gedung Kencana ini.

Sementara itu, sidak dilakukan untuk memastikan 60 tempat tidur bagi pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut.

Seperti diketahui RS Dr Hafiz pernah disidak sebelumnya oleh bupati Cianjur karena ada kabar menolak pasien Covid-19.

Rombongan Komisi D terlihay disambut baik pihak RSDH dan dipersilakan untuk mengecek kelengkapan tempat tidur pasien yang terkonfirmasi Covid-19.

Ketua Komisi D DPRD Cianjur Sahli Saidi mengatakan, sidak juga dilakukan untuk melihat dan memastikan kelengkapan kesehatan, salah satunya tempat tidur pasien.

"Alhamdulillah kami cek langsung dan kami hitung dengan jumlah tempat tidur pasien terkonfirmasi Covid-19, hasilnya pas ada 60 tempat tidur, yang kosong ada 10 tempat tidur, begitu juga pasien positif Covid-19 itu ada 60 persen," ujarnya melalui sambungan telepon.

Ia mengatakan, kedatangan dewan juga untuk mengecek masalah alat gas oksigen dan hasilnya persediaan diduga hanya untuk beberapa hari lagi, mungkin tinggal untuk tiga hari.

"Pihak RSDH harus menyiapkan cadangan gas tersebut untuk hari Rabu ke depannya, supaya pasiennya tetap tertangani," katanya.

Baca juga: Sidak RSDH, DPRD Kabupaten Cianjur Temukan Fakta Stok Oksigen Hanya Cukup untuk 3 Hari

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved