Breaking News:

PPKM Darurat Diperpanjang, Wali Kota Bandung Sebut Ini Soal Kemungkinan Aturan Baru di Bandung

PPKM darurat diperpanjang terutama di wilayah yang memang beresiko tinggi penyebaran kasus covid-19

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Mega Nugraha
ilustrasi Polisi menghentikan kendaraan yang keluar di Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung, Jumat (7/5/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Oded M Danial mendapatkan jawaban dari Presiden RI, Joko Widodo bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat diperpanjang sampai akhir Juli 2021.

Oded mengatakan arahan itu langsung disampaikan Presiden Joko Widodo kemarin siang.

PPKM darurat diperpanjang terutama di wilayah yang memang beresiko tinggi penyebaran kasus covid.

Baca juga: Masih PPKM Darurat, Ridwan Kamil dan Keluarga Salat Idul Adha dan Kurban di Sini

Namun, ada pula yang kebijakannya diserahkan ke kepala daerah.

"Contohnya kemarin itu ada yang untuk pergerakan ekonomi masyarakat kecil seperti pedagang, PKL, yang insya Allah untuk PPKM ke depan ada beberapa yang direlaksasi dan sekarang sedang dibahas oleh pak Sekda," ujarnya, di Pendopo, Selasa (20/7/2021).

Adapun poin-poin yang kemungkinan menjadi pembahasan untuk di Kota Bandung, Oded menyebutkan di antaranya jam buka tutup jalan yang banyak masukan dari warga utamanya masyarakat bawah merasa keberatan.

Baca juga: Jika PPKM Darurat Diperpanjang, Pemerintah Harus Penuhi Kebutuhan Ekonomi Masyarakat

"Tadinya tutup pukul 19.00 WIB mungkin akan diperpanjang. Tapi, dengan catatan hanya layani take away karena yang berbahaya itu jika makan di tempat. Intinya, kami (muspida) sudah berbincang bahwa akan mengevaluasi dan mengembalikan dahulu ke sebelum diterapkannya PPKM dan melihat mana-mana saja yang rawan terjadi kerumunan," ujarnya.

Ketika ditanyakan kemungkinan akan ada perubahan waktu pada penutupan jalan, Oded mengamininya.

Perpanjangan jam buka atau berdagang pun, Oded masih akan membahasnya apakah kategori untuk PKL atau pedagang mal, termasuk kemungkinan pekerja esensial atau non esensial.

"Pokoknya sekarang itu, pedagang masih bisa berjualan dan direlaksasi tapi pelayanannya harus take away dan makan di rumah masing-masing," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved