Breaking News:

Ojol Sudah Boleh Lewati Penyekatan, Rencana Ojol Konvoi Keliling Bandung Tolak PPKM Darurat Batal

Rencana konvoi keliling Bandung menggunakan sepeda motor dan mobil sejumlah pengemudi ojek online di Kota Bandung batal dilakukan.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Nazmi A
ILUSTRASI - Antrean pengemudi ojek online di McD Dago untuk membeli pesanan BTS Meal. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rencana konvoi keliling Bandung menggunakan sepeda motor dan mobil sejumlah pengemudi ojek online di Kota Bandung, Rabu 21 Juli 2021, batal dilakukan.

Alasannya, tuntutan para pengemudi ojek online yang meminta diperbolehkan melewati penyekatan jalan saat PPKM Darurat sudah dikabulkan Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung.

Muji Supri Yanto, Ketua komunitas ojek online Warriors of spartan (WOS) mengatakan, rencana konvoi tersebut batal setelah pihaknya bersama komunitas ojol lain menggelar audiensi bersama Polrestabes Bandung dan Dinas Perhubungan (Dishub) kemarin.

"Alhamdulillah sudah ada titik temunya, jadi permasalahan dari PPKM itu intinya ojol ingin bebas, jadi khusus buat ojol dibuka (penyekatan) dengan syarat memperlihatkan aplikasi, kalau lagi narik dipersilakan, kalau enggak, tidak bisa lewat, seperti di Jakarta," ujar Muji, saat dihubungi, Selasa (20/7/2021).

Pun demikian dengan Achmad Ilyas Prayogi, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transportasi Darat Jabar (F-SPTD) yang mengaku sudah mengimbau kepada seluruh anggotanya untuk tidak ikut turun ke jalan melakukan aksi.

"Ini ada dua kubu, kemarin yang di Pendopo itu semua elemen masyarakat, kalau Ojol sendiri saya selaku ketua Umum mengimbau kepada rekan-rekan untuk tidak melakukan aksi demo, konvoi atau apapun," ujar Achmad.

Pihaknya mengaku sudah menggelar audiensi dengan Dishub Jabar dan rencananya pada Rabu 21 Juli 2021, Ia bersama anggotanya bakal kembali menggelar audiensi dengan Gubernur Jawa Barat.

Baca juga: Di Akhir PPKM Darurat Tahap I, Muncul Spanduk Provokasi di Majalengka, Satpol PP Langsung Bergerak

Ia mengaku akan menyampaikan kepada Gubernur jika selama PPKM Darurat ini para pengemudi Ojol terkendala penyekatan jalan. Padahal, kata dia, Ojol merupakan salah satu sektor yang masuk dalam kritikal.

"Besok kita akan audiensi lagi dengan Gubernur Jawa Barat, kan Ojol itu masuk sektor Kritikal tapi pada pelaksanaannya aturan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, kita kesulitan mengantarkan pesanan, tadinya jarak hanya empat kilometer jadi delapan kilometer karena harus berputar-putar mencari lokasi. Nah, ini yang membuat teman-teman Ojol kurang setuju," katanya,

Ia menilai, di masa penerapan PPKM Darurat ini, peran Ojol sangat penting dalam menyukseskan PPKM. Sebab, kata dia, saat masyarakat di larang ke luar rumah, Ojol yang bertugas melayani.

"Justru kalau misalnya Pemerintah ingin PPKM ini berhasil, ya bagian-bagiannya harus bertugas dengan baik, kan selama PPKM ini harus ada yang melayani mengantarkan ke sana ke sini, kita yang melayani," ucapnya.

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Wali Kota Bandung Sebut Ini Soal Kemungkinan Aturan Baru di Bandung

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved