Breaking News:

Masih PPKM Darurat, Ridwan Kamil dan Keluarga Salat Idul Adha dan Kurban di Sini

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menyatakan menjalankan salat Idul Adha dan kurban di Rumah Dinas Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Dok Biro Adpim Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan sambutan di acara "Dzikir dan Doa Bersama untuk Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat Jabar" secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021) malam. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menyatakan menjalankan salat Idul Adha dan kurban di Rumah Dinas Gedung Pakuan, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menyatakan menjalankan salat Idul Adha dan kurban di Rumah Dinas Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Terlebih Idul Adha tahun ini bersamaan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

“Mari kita melaksanakan ibadah Idul Adha di rumah saja dan melaksanakan ketaatan kita sesuai dengan para ulama dengan fatwa-fatwanya, dan ketaatan kepada arahan pemimpin,” kata Ridwan Kamil, Senin (19/7/2021).

Penyembelihan hewan kurban, kata Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil--, dapat berlangsung dalam waktu tiga hari, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah 1442 Hijriah.

Tujuannya untuk menghindari kerumunan di lokasi penyembelihan hewan kurban.

Menurut dia, penyembelihan hewan kurban sebaiknya dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R).

Namun karena keterbatasan lokasi, pemotongan dapat dilakukan di luar RPH-R dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Satu petugas satu alat, jangan bergantian. Sementara pemilik hewan kurban tidak perlu hadir di lokasi, panitia bisa memfasilitasi dengan alat komunikasi, bisa Zoom atau lainnya," ucap dia.

Kang Emil menuturkan, pendistribusian daging hewan kurban harus dilakukan dari rumah ke rumah, sehingga tidak menimbulkan kerumunan di lokasi penyembelihan kurban.

"Pandemi Covid-19 memaksa kita semua untuk beradaptasi dalam merayakan hari besar keagamaan, tidak terkecuali Idul Fitri dan Idul Adha. Kita dipaksa menunda tradisi-tradisi hari kemenangan karena yang terpenting saat ini adalah masyarakat harus memastikan kesehatan dirinya dan keluarga," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved