Breaking News:

Kabar Baik, Keterisian Rumah Sakit di Jabar Terus Menurun Sampai 79 Persen

Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di Jawa Barat terus mengalami penurunan sejak PPKM darurat

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Siti Fatimah
istimewa
ilustrasi Unit Gawat Darurat (UGD) RSHS Bandung 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di Jawa Barat terus mengalami penurunan sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diterapkan pada 3 Juli 2021 lalu.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jabar per Selasa (20/7), BOR rumah sakit rujukan COVID-19 sebesar 79,52 persen, yakni terisi 15.450 dari 19.428 tempat tidur di 335 rumah sakit di Jabar. Sedangkan BOR rumah sakit sebelum PPKM Darurat atau pada Jumat (2/7/2021) mencapai 90,91 persen.

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, penurunan BOR harus disertai dengan penguatan penerapan protokol kesehatan (prokes) 5M.

Baca juga: Setelah Dapatkan Ratusan Juta Rupiah dari Gelapkan Vaksin Covid-19, Begini Nasib Dokter di Medan

Hal itu dilakukan agar pandemi COVID-19 dapat kembali mereda.

"Keterisian rumah sakit konsisten mengalami penurunan sejak PPKM Darurat diberlakukan. Kabar baik ini harus disertai dengan peningkatan kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes, supaya BOR ini bisa terus turun hingga 30 persen seperti sebelum libur Lebaran," ucap Daud, Selasa (20/7).

Berdasarkan data Pikobar, penurunan drastis angka keterisian rumah sakit dialami kawasan Purwasuka, Priangan Timur, dan Ciayumajakuning.

Sedangkan yang masih di atas rata-rata provinsi adalah Bodebek, Bandung Raya, dan Priangan Barat.

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 Turun Hampir 10 Ribu Kasus tapi Angka Positivitas Masih Tinggi

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan bahwa penurunan BOR tidak lepas dari upaya yang dilakukan semua pihak.

Setidaknya, ada tiga strategi yang diambil Pemda Provinsi Jabar dalam menekan BOR rumah sakit rujukan COVID-19.

"Pertama adalah pemanfaatan ruang isolasi desa supaya yang OTG dan gejala ringan tidak perlu ke rumah sakit. Kedua, menaikkan tempat tidur untuk COVID-19 dari jatah pasien umum," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, Jumat (16/7).

Strategi yang ketiga, kata Kang Emil, adalah memindahkan pasien COVID-19 yang mau sembuh setelah mendapatkan penanganan dan perawatan di rumah sakit ke pusat pemulihan, seperti hotel dan gedung negara.

Baca juga: Satu Lagi Menteri Minta Maaf kepada Rakyat Indonesia karena Penanganan Covid-19 Belum Sempurna

Kang Emil pun mengimbau kepada masyarakat Jabar untuk terus memperkuat kedisiplinan penerapan prokes 5M.

Kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes amat penting untuk mencegah penularan COVID-19.

"Harus bisa seperti sebelum Lebaran, di mana keterisian RS COVID-19 bisa di bawah 30 persen. Kuncinya jaga prokes, karena prokes ibarat kita pake helm untuk kurangi potensi kecelakaan lalu lintas," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved