Breaking News:

Ini Cara Unik Remaja Majalaya Kritisi PPKM Darurat; Teu Kudu Diet, Ku PPKM Oge Turun Kiloan

Rencana Pemerintah yang akan memperpanjang masa PPKM Darurat Jawa-Bali direspon secara unik dan kreatif oleh sekelompok remaja di Majalaya

Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
dok. majalaya.id
Seorang remaja di Majalaya mengkritisi PPKM darurat - Rencana Pemerintah yang akan memperpanjang masa PPKM Darurat Jawa-Bali direspon secara unik dan kreatif oleh sekelompok remaja di Majalaya, Kabupaten Bandung. 

TRIBUNJABAR.ID, KAB.BANDUNG - Rencana Pemerintah yang akan memperpanjang masa PPKM Darurat Jawa-Bali direspon secara unik dan kreatif oleh sekelompok remaja di Majalaya, Kabupaten Bandung.

Menggunakan sebuah kardus bekas dan secarik kertas, beberapa remaja yang terhimpun dalam sebuah komunitas Majalaya.id, menuliskan berbagai pesan bernada jenaka yang menjadi kondisi masyarakat di tengah mewabahnya virus korona dan kebijakan pemerintah terhadap PPKM Darurat.

Layaknya sebuah patung, para remaja yang telah disebar ke beberapa ruang titik jalan di Kecamatan Majalaya itu pun, dalam aksinya hanya berdiri dan tidak mengucapkan satu patah katapun, serta hanya memegang papan aspirasi yang telah mereka buat sebelumnya, dengan tetap memakai masker sebagai salah satu kampanye protokol kesehatan.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyekatan di Sejumlah Akses Menuju Bandung, Antisipasi Arus Mudik Idul Adha

Meski hanya berlangsung selama 10-15 menit, namun beragam reaksi positif ditunjukan oleh para pengendara kendaraan yang kebetulan melintas di ruas jalan tersebut, seperti mengacungkan jempol tanda setuju, memberikan tepuk tangan, hingga berswafoto bersama dengan salah seorang peserta aksi.

Bahkan, respon positif pun diberikan warganet bagi mereka di berbagai akun media sosial komunitas mereka, diantaranya berterima kasih karena merasa aspirasi mereka terwakilkan, hingga menanyakan kapan akan ada aksi lanjutan, karena merasa tertarik untuk ikut bergabung langsung dalam aksi tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait aksi bertajuk Majalaya Bersuara tersebut, Zulfa Nasrullah selaku koordinator aksi mengatakan, bahwa aksi mereka hanya ingin menyampaikan perasaan yang dialami masyarakat dengan berbagai kondisi dan latarbelakang terhadap kebijakan pemerintah dalam menanggulangi wabah pandemi covid-19, salah satunya melalui PPKM Darurat.

"Kami cuma pingin menyampaikan pesan  kondisi yang dialami masyarakat selama masa PPKM Darurat yang katanya akan di perpanjang ya. Karena situasi pandemi dan PPKM Darurat ini, jadi engga mungkin kan kalau kami melakukan aksi demo dengan cara turun ke jalan apalagi dalam jumlah massa yang besar, jadi aksi-aksi kreatif, seperti ini yang bisa kami lakukan," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Cara Unik Pemuda Bandung Protes PPKM Darurat Diperpanjang; Tak Usah Diet, PPKM Bikin Turun Kiloan

Zulfa menjelaskan, semboyan-semboyan yang disampaikan dalam tulisan pada secarik kertas tersebut, mewakili perasaan dari berbagai kalangan masyarakat, seperti pelaku UMKM yang usahanya terganggu, warga yang punya pacar yang tidak bisa bertemu langsung, warga yang sangat patuh terhadap prokes, hingga uangnya habis untuk beli masker dan hand sanitizer, hingga orang gemuk yang berniat untuk diet, namun urung dilakukan karena merasa yakin situasi PPKM akan membuatnya kurus dengan sendirinya.

"Jadi banyak pihak yang coba gambarkan dan sampaikan perasaannya. Selama ini, keluhan terhadap situasi pandemi Covid-19 ini pasti dialami semua orang, tapi untuk menyampaikannya mungkin malu, takut, atau tidak memiliki saluran untuk menyampaikannya. Maka dengan cara aksi kami ini, meskipun cuma sepuluh orang dan terbagi di beberapa titik, secara sendiri-sendiri, tapi yang penting pesannya sampai ke publik dan pemerintah," ucapnya.

Ia pun mengaku bersyukur selama aksi tersebut, tidak ada pihak-pihak yang  melarang atau berupaya menggagalkan aksi kreatif tersebut. Bahkan menurutnya, meskipun cukup berdampak pada kepadatan arus lalu lintas karena antusias masyarakat yang ingin mengabadikan momen secara lebih dekat melaui kamera ponselnya. 

Namun situasi itu tidak berlangsung lama, karena begitu potensi kepadatan kendaraan akan terjadi, mereka langsung mengakhiri aksi tersebut dan kembali pulang ke rumah masing-masing atas kesadaran sendiri.

Baca juga: PPKM Darurat Jawa-Bali Diperpanjang, Pembagian Bansos di Subang Dipercepat dan Dikawal TNI-Polri

"Aksi kami memang sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas, tapi engga sampai jadi macet, soalnya pas lihat bakal jadi lebih macet, buru-buru kami udahan untuk meminimalisir potensi kemacetan.  Alhamdulillah semua lancar, tidak ada penolakan atau penindakan apapun yang coba dilakukan oleh petugas atau pihak lainnya. Malahan, sempat ada ada polisi yang lewat dan lihat juga, tapi enggak lakuin apa-apa ke kami," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa aksi kreatif ini tidak hanya terhenti di sini, dan akan ada aksi lanjutan lainnya. Bahkan, ia pun berharap aksi kreatif ini bisa di duplikasi oleh banyak warga lainnya, dengan cara unik dan kreatifnya masing-masing, serta tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Harapannya nanti akan banyak yang ikutan, mau di manapun dan apapun cara mereka, mau itu secara langsung di jalan-jalan dan fasilitas umum lainnya, atau juga di rumah mereka masing-masing, yang penting prokesnya di jaga. Nanti aksi mereka itu di upload di facebooknya atau instagramnya masing-masing, jadi bakal rame dan jadi banyak cara-cara kreatif dalam menyuarakan aspirasi masing-masing dengan cara elegan untuk disampaikan ke pemerintah," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved