Breaking News:

Persib Bandung

Pelatih Persib Minta Pihak Otoritas Mendengar Suara Pelaku Sepak Bola Indonesia, Ini Alasannya

Robert Alberts mengatakan seharusnya pihak berwenang mendengarkan suara dari orang-orang yang berkecimpung di sepak bola Indonesia.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG  - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, menyebut tahun 2017 sebagai momentum kebangkitan sepak bola Indonesia setelah dihukum FIFA selama 2 tahun

Kala itu, PSSI di bawah arahan ketua umumnya, Edy Rahmayadi membentuk sebuah kompetisi baru dengan nama Liga 1.

Pemain-pemain kelas dunia pun didatangkan oleh klub dengan status marquee player. 

Baca juga: Pelatih Persib Ungkap Bahayanya Jika Indonesia Terlalu Lama Tanpa Kompetisi Sepak Bola, Apa Itu?

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari menarik minat sponsor serta meningkatkan kualitas kompetisi.

"Ketika liga dimulai lagi pada 2017 lalu, saya melihat ada harapan, ada kesempatan dan banyak hal yang memikat seperti Essien datang ke sini, orang-orang mulai banyak membicarakan sepak bola Indonesia, membuka mata dunia terhadap sepak bola Indonesia," ujar Robert saat dihubungi awak media, Senin (19/7/2021).

Sebagai orang yang jatuh cinta dan peduli dengan sepak bola Indonesia, Robert merasa ada tanggung jawab untuk memastikan Liga 1 tetap berjalan.

Namun tiga tahun kemudian atau tepatnya saat Liga 1 2020 bergulir, pandemi Covid-19 mewabah diseluruh dunia termasuk Indonesia.

Hal ini membuat Liga 1 2020 terpaksa dibatalkan.

Liga 1 2021 yang seharusnya mulai bergulir 9 Juli lalu pun ditunda karena pandemi Covid-19 tidak banyak berubah di Indonesia.

"Pertanyaannya adalah, kenapa pihak otoritas masih menghentikan liga. Yang mana di negara-negara lain di dunia sudah mulai menggulirkan lagi liga dan olahraga profesional lainnya, itu yang menjadi isu besarnya," ucapnya.

Baca juga: Pelatih Persib Ungkap Bahayanya Jika Indonesia Terlalu Lama Tanpa Kompetisi Sepak Bola, Apa Itu?

Mantan pelatih PSM Makassar ini mengungkapkan, seharusnya pihak berwenang mendengarkan suara dari orang-orang yang berkecimpung di sepak bola Indonesia.

Sebab selama tidak adanya kompetisi, orang-orang ini lah kata Robert yang harus mengalami penderitaan.

"Bahwa masyarakat di sini tidak siap untuk berdiskusi dan tidak terbuka mendengar masukan dari para pakar soal bagaimana mengimplementasikan sepak bola atau olahraga lain di bawah situasi tertentu. Di seluruh dunia, itu bisa diselesaikan dan itu yang menjadi pemikiran saya setiap saat," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved