Breaking News:

HORE, Bantuan Rp 500 Ribu bagi Masyarakat Bandung yang Tak Masuk DTKS Dibagikan Mulai Hari Ini

Bantuan Rp 500 ribu bagi masyarakat Kota Bandung yang namanya tak masuk dalam DTKS akan dibagikan mulai hari ini.

Editor: Giri
Image by Mohamad Trilaksono from Pixabay
Ilustrasi -  Bantuan Rp 500 ribu bagi masyarakat Kota Bandung yang namanya tak masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) akan dibagikan mulai hari ini. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bantuan Rp 500 ribu bagi masyarakat Kota Bandung yang namanya tak masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) akan dibagikan mulai hari ini.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Tono Rusdiantono, mengatakan dari 60 ribu orang yang telah didata, sebanyak 37.877 penerima sudah terverifikasi.

"Besok insyaallah diluncurkan langsung Pak Wali Kota. Bentuknya itu berupa kode QR dari BJB dan simbolis akan ada 10 orang penerima," kata Tono di Gedebage, Minggu (18/7/2021).

Tono mengatakan, pencairan di wilayah lainnya di Kota Bandung kemungkinan baru akan dilakukan pada hari berikutnya.

"Karena memang sifatnya serentak di seluruh kelurahan seperti halnya mencetak kode QR yang serentak," katanya.

Tak hanya bantuan sosial uang tunai, Pemkot Bandung juga mulai mendistribusikan bantuan beras kepada warga terdampak dengan masing-masing sebanyak 10 kilogram atas kerja sama dengan Perum Bulog.

Bantuan beras itu dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, berharap pencairan bansos untuk non-DTKS ini dapat dipercepat prosesnya.

Dalam proses pendistribusian bansos ini, ujarnya, Pemkot Bandung harus belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana proses verifikasi dan validasi harus serius dilakukan agar tidak terulang penyaluran yang salah sasaran.

Baca juga: Bandung Dapat Keistimewaan Pembagian Beras Bantuan Pemprov Jabar Imbas PPKM, 10 Kilo Per KK

"Kami mendorong agar pencarian bantuan ini segera diproses, dan dalam pendistribusiannya nanti Pemkot Bandung harus belajar dari pengalaman lalu, jangan sampai penyaluran bantuan ini salah sasaran penerima. Maka, data dari setiap calon penerima bansos, harus betul-betul dicek dan dipastikan kriteria KPM non-DTKS ini," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (18/7).

Tedy pun meminta agar para petugas aparat kewilayahan segera melengkapi administrasi pendataan calon penerima bansos, serta memaksimalkan pola komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bandung.

"Kami juga meminta agar dalam pendistribusian bantuan, Pemkot Bandung dapat menunjuk vendor atau mitra kerjasama yang profesional, yang dapat membantu proses penyaluran secara cepat dan tepat," ucapnya.

Baca juga: Serentak, PKB se-Jawa Barat Bagikan Bantuan untuk Warga yang Isoman Menjelang Harlah ke-23

Selain itu, ia pun mengingatkan, karena situasi pandemi Covid-19 di Kota Bandung tengah mengalami tren peningkatan, maka diupayakan semaksimal mungkin untuk mencegah pendistribusian bantuan yang berpotensi menyebabkan terjadinya kerumununan massa.

"Kalau bisa lebih baik di transfer saja ke rekening masing-masing KPM," ujar Tedy. (m nandri prilatama/cipta permana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved