Breaking News:

3 Pegawai Disdik Bandung Jadi Tersangka Pungli ke Puluhan SD, Polisi Belum Menahan

Dikatakan Yudi, pihaknya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga ASN, setelah mendapat informasi dari masyarakat.

Editor: Ravianto
Ilustrasi Pungli.Satgas Saber Pungli Jawa Barat memeriksa SH, EA dan AD terkait dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap kepala sekolah dasar (SD). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Satgas Saber Pungli Jawa Barat memeriksa SH, EA dan AD terkait dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap kepala sekolah dasar (SD).

Tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung itu diamankan tim Saber Pungli Jabar pekan lalu, karena diduga melakukan pungli dengan total belasan juta rupiah.

"Orangnya itu sudah kami periksa," ujar Kepala Bidang Data dan Informasi Satgas Saber Pungli Jabar, M Yudi Ahadiat saat dihubungi, Senin (19/7/2021).

Dikatakan Yudi, pihaknya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga ASN, setelah mendapat informasi dari masyarakat.

Kasus tersebut terjadi di dua kecamatan, Pangalengan dan Kertasari.

Masing-masing pelaku menjabat sebagai koordinator wilayah dan pengawas SD di Pangalengan dan Kertasari.

"Tiga itu yang diduga kuat yang bersangkutan melakukan pungli terhadap kepsek SD," katanya.

Menurut dia, SJ yang menjadi Korwil mengintruksikan untuk meminta uang Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu kepada setiap kepala SD.

Uang tersebut, sebagai urusan verifikasi pembuatan kurikulum tingkat satuan Pendidikan (KTSP).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved