Breaking News:

Mengenal Beragam Varian Virus Corona Berikut Pengelompokannya dan Ini Bakal Mendominasi di Dunia

Penyebaran virus corona masih jauh dari kata reda. Sejak akhir Juni hingga pertengahan Juli ini, jumlah kasus infeksi baru virus corona terus menanjak

Editor: Darajat Arianto
BNPB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Penyebaran virus corona masih jauh dari kata reda. Sejak akhir Juni hingga pertengahan Juli ini, jumlah kasus infeksi baru virus corona terus menanjak. Setelah mencapai angka tertinggi, yaitu 54.000 kasus pada 15 Juli lalu, jumlah infeksi baru virus corona sedikit tergerus menjadi 51.952 pada 17 Juli.

Satu pemicu gelombang infeksi virus corona di Indonesia belakangan ini adalah kehadiran varian delta. Demikian keterangan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di web resminya, yang diunggah pertengahan Juni silam. “Varian Delta banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia,” ucap Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas.

Andil varian Delta dalam wabah terbaru di Indonesia juga disampaikan Menteri Koordinator Investasi dan Maritim Luhut Panjaitan. “Varian Delta ini varian yang tidak mudah untuk dikendalikan,” ujar Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (15/7).

Baca juga: Bisa Bantu Mempercepat Penyembuhan Pasien Covid-19 Saat Isolasi Mandiri, Konsumsi Vitamin Ini

Jika merujuk ke catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kiprah varian Delta memang mencemaskan. Pertama kali teridentifikasi pada Juni 2020 di India, varian ini telah menyebar ke lebih dari 80 negara per pertengahan tahun ini.

Gawatnya varian Delta tak cuma kemampuannya menyebar ke banyak negara dalam waktu yang singkat. Varian ini juga mendominasi kasus infeksi di banyak negara. Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan, yang dikutip Reuters akhir bulan lalu, memprediksi varian Delta akan menjadi varian virus corona yang paling dominan di dunia.

Oya, yang dimaksud dengan varian virus, pada dasarnya, adalah hasil dari proses mutasi sebuah virus dari waktu ke waktu. Mutasi itu terjadi saat virus corona menginfeksi tubuh seorang manusia. Di saat itu, virus memiliki kesempatan untuk melakukan proses replikasi genom, yang bisa berakhir tidak sempurna. Inilah yang disebut mutasi.

Baca juga: Kehilangan Kemampuan Mencium Bau akibat Covid-19? Ini 2 Terapi Mudah untuk Pulihkan Anosmia

Mengutip keterangan WHO, sebagian besar mutasi hanya menyebabkan perubahan yang terbatas di virus corona. Namun, ada juga mutasi yang menyebabkan perubahan virus hingga menimbulkan apa yang disebut varian. Dan, WHO menjalin kerjasama dengan otoritas negara, jaringan ahli dan peneliti, mitra serta lembaga dunia lainnya telah memantau dan menilai virus corona dan berbagai varian hasil mutasinya sejak Januari 2020.

Menanggapi kehadiran banyaknya varian yang meningkatkan risiko kesehatan warga dunia, WHO dan para mitranya di akhir 2020 menyusun karakterisasi berbagai varian virus corona. Masing-masing varian dikelompokkan menjadi Variants of Interest (VOI) dan Variants of Concern (VOCs).

Pengelompokan itu bertujuan untuk memprioritaskan pemantauan dan penelitian global, dan pada akhirnya untuk menginformasikan tanggapan yang sedang berlangsung terhadap pandemi COVID-19. Berikut penjelasan singkat dari masing-masing kelompok.

 
 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved