Breaking News:

Cerita Pengusaha Peti Mati di Cianjur, Kewalahan Terima Pesanan, Ingin Pandemi Cepat Berakhir

Nanang Sudrajat kerap menolak pesanan peti mati yang mendadak. Meski banyak pesanan, ia ingin pandemi Covid-19 segera berakhir.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Peti mati yang dibuat Nanang dan karyawannya di Cianjur. Meski banyak pesanan peti mati, Nandang ingin pandemi cepat berakhir. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Dering telepon berbunyi. dari balik percakapan terdengar suara pemesan peti mati yang ingin memastikan jumlah dan tanggal pengiriman.

Sambil duduk beralas karpet merah, Nanang Sudarjat (48), warga Kampung Bakom RT 05/02, Desa Murnisari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, menjawab bahwa saat ini ia tak bisa memenuhi pesanan yang datang mendadak karena sebelumnya sudah banyak pesanan datang.

Segelas kopi dan beberapa makanan kecil menemani Nanang menjawab beberapa telepon yang masuk. Sesekali ia terlihat menghela naPas panjang.

Bertempat di sebuah garasi yang dijadikan ruang tamu, Nanang biasa menyambut warga yang datang.

Dari luar garasi rumah yang dikelilingi kebun bambu ini terdengar raungan mesin pemotong kayu. Beberapa pekerja terlihat sibuk mengerjakan tugas membuat peti mati kayu di depan rumah Nanang yang dijadikan industri rumahan pembuat peti mati kayu.

Ada yang memotong kayu, ada yang merakit, memaku merangkai papan, hingga yang menghaluskan sampai mendempul dan siap untuk dicat.

Ditemui, Minggu (18/7/2021), Nanang masih terlihat sibuk menjawab telepon. Pria yang sudah 10 tahun menggeluti usaha membuat peti mati ini membenarkan jika pesanan cukup tinggi di masa pandemi covid-19 ini.

"Pesanan terus ada Pak. Namun kami terpaksa menolak karena kemampuan kami terbatas," ujar Nanang membuka pembicaraan.

Nanang berujar, setiap hari ia bersama pekerjanya hanya mampu membuat 12 peti mati kayu. Peti mati yang ia produksi berbahan kayu albasiah.

Menurutnya, jumlah yang ia produksi tersebut sudah maksimal. Terkadang para pekerjanya harus lembur sampai pukul 24.00 WIB untuk menyelesaikan pesanan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved