Breaking News:

Hari Raya Iduladha 1442 H

Bupati Bandung Minta Warga Tak Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Saat Iduladha

Dadang Supriatna mengatakan sesuai surat edaran Menteri Agama, warga diminta tak menggelar penyembelihan hewan kurban.

Penulis: Cipta Permana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, saat memberikan keterangan di rumah dinasnya di Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (16/5/2021). 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Bupati Bandung, Dadang Supriatna meminta masyarakat untuk melakukan penyembelihan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) saat Hari Raya Iduladha di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal tersebut, merujuk pada Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021, tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

SE itu pun telah ditindaklanjuti dengan terbitnya SE Bupati Bandung Nomor 451/1645 KESRA, tentang Peraturan Kegiatan Takbiran Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 2021 M/1442 H.

"Jadi pemotongannya (hewan kurban) harus dilakukan di RPH. Tujuannya, selain untuk menghindari kerumunan, tapi juga menjaga kesehatan dari hewan itu sendiri, jangan sampai muncul klaster baru," ujarnya seusai  meninjau RPH di Kecamatan Katapang, Sabtu (17/8/2021). 

Kang DS sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan, Kabupaten Bandung saat ini baru memiliki delapan RPH yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk penyembelihan hewan kurban.

Disamping itu, Pemkab Bandung melalui jajaran Dinas Pertanian sudah melakukan pengecekan kondisi hewan kurban di beberapa tempat penjualan hewan kurban, guna memastikan kondisi hewan kurban yang dijual telah memenuhi syarat secara syari, baik dari segi umur dan juga sehat secara fisik. 

Setelah dinilai memenuhi syarat, hewan tersebut diberi label, sebagai tanda layak kurban.

Hingga saat ini, katanya, jumlah hewan yang sudah diperiksa dan layak kurban di Kabupaten Bandung berjumlah sekitar 20 ribu ekor. 

Menurutnya, meski telah memiliki delapan RPH, tapi jumlah tersebut dinilai masih belum memadai untuk mampu memfasilitasi puluhan ribu jumlah hewan kurban tersebut.

"Rata-rata RPH per hari hanya mampu melakukan pemotongan sekitar 300 ekor, dikalikan delapan berarti sekitar 2.400 ekor. Ditambah, tiga Hari Tasyrik berarti dikalikan empat, maka itu sekitar 9.600 ekor atau maksimalnya 12 ribuan," ucapnya.

Meski dinilai terdapat kekurangan jumlah fasilitas RPH, tapi pihaknya tetap meminta agar semua masyarakat dapat
melaksanakan pemotongan hewan kurban di RPH. Bahkan, untuk dapat memfasilitasi kelancaran pelaksanaan hari raya kurban, ia berencana akan menambah jumlah RPH di masing-masing kecamatan.

"Nanti ke depannya kami akan programkan untuk penambahan jumlah RPH ini, minimal satu kecamatan satu RPH," katanya.

Baca juga: Doa-doa untuk yang Berkurban Saat Idul Adha, Lengkap serta Doa Menyembelih Hewan Kurban

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved