Breaking News:

ASI Bisa Bangun Sistem Pertahanan Tubuh Bayi, Daun Torbangun Bisa Tingkatkan Kualitas Air Susu Ibu

Berbagai riset telah menunjukkan potensi dan manfaat ASI bagi proses tumbuh kembang bayi termasuk membantu membangun sistem pertahanan tubuh bayi

Editor: Siti Fatimah
Dok. Tribun Jateng
ilustrasi Menata stok air susu ibu (ASI) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Belum lama ini sempat beredar panic buying dimana orang ramai-ramai membeli susu bermerek khusus. Selain itu, tersebar juga informasi bahwa Air Susu Ibu atau ASI juga mampu mencegah dan mengobat Covid-19.

Terkait hal tersebut, berikut penjelasan Guru Besar IPB University, Prof Rizal Damanik terkaitpanic buying susu beruang dan laporan peneliti China terkait Air Susu Ibu (ASI) yang dapat mencegah dan mengobati COVID-19, sebagaimana dikutip Tribun dari laman resmi IPB.

Menurutnya, kandungan di dalam susu beruang sama dengan susu sapi pada umumnya.

Baca juga: Tak Cuma Susu Beruang, Susu Kambing Juga Diburu, Pembeli sampai Datangi Peternakan Antre dari Jam 8

“Susu sapi umumnya mengandung growth factor, salah satunya adalah immunoglobulin (Ig). Immunoglobulin ialah senyawa protein yang digunakan sistem imun untuk melawan kuman, virus, bakteri, dan penyebab penyakit lainnya. Immunoglobulin (Ig) terbaik ada dalam kolostrum. Nah, kolostrum sendiri merupakan ASI yang keluar pertama kali pada saat proses menyusui yang memiliki karakteristik warna kuning, " ungkapnya.

Menurutnya, fakta ini mengartikan, ASI dapat meningkatkan imunitas dan bahkan antibodi spesifik SARS-CoV-2 juga telah ditemukan dalam ASI.

"Baru-baru ini tim peneliti dari China melaporkan bahwa ASI dapat mencegah dan mengobati COVID-19. Sebelumnya tim peneliti dari University of Rochester Medical Center Amerika juga melaporkan hal sama, sebagaimana diwartakan dalam laman resmi URMC,” ujarnya.

Meski begitu, pada era saat ini masih banyak ibu yang belum bisa memberikan ASI secara optimal untuk buah hatinya.

Kenyataan di lapangan banyak ibu laktasi yang memilih susu formula dibanding ASI.

Baca juga: Benarkah Susu Beruang Bisa Sembuhkan Covid-19? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Menurut Riskesdas 2018 didapatkan data bahwa cakupan proses inisiasi ibu menyusui dini kurang 24 jam, hanya sebesar 5,2 persen.

Selain itu, angka menyusui Indonesia menurut World Breastfeeding Trends Initiative (2020) mendapati urutan ke 66 dari 98 negara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved