PPKM Darurat

Viral Foto Pemuda Saat Berpose Protes PPKM di Gerbang Pendopo Kuningan, Ternyata Dia Pengusaha

Usut punya usut, sosok dalam foto viral itu ternyata pengusaha muda asal warga Desa Cilowa, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Hermawan Aksan
Dok Adam Ananta
Foto viral Adam Ananta saat berpose di gerbang Kantor Bupati Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Sebuah foto viral di kalangan warganet dan masyarakat lingkungan sekitarnya.

Foto itu beredar dalam kaitan dengan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kuningan, Jawa Barat.

Dalam foto itu seseorang berdiri di depan gerbang Kantor Bupati Kuningan.

Usut punya usut, sosok dalam foto viral dan menyebar luas itu ternyata pengusaha muda asal warga Desa Cilowa, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, yang memiliki nama lengkap Adam Ananta.

"Iya, Kang, itu foto saya sebagai bentuk aspirasi dampak dari PPKM Darurat yang sedang berlangsung," ujar Adam saat di konfirmasi melalui sambungan selulernya, Sabtu (17/7/2021).

Dalam foto yang cepat menyebar itu, Adam Ananta mengenakan kaus hitam dengan lengkap mengikuti protokol kesehatan alias menggunakan masker.

Kemudian dalam foto itu, Adam Ananta membawa selembaran kertas putih bertuliskan "Bagaimana Kami Cari Makan Jika PPKM Diperpanjang, Tolong Pikirkan Tuan."

"Dalam foto itu, saya sekadar menyampaikan aspirasi dan mewakili para pengusaha kecil menengah dalam mempertahankan hidup untuk melaksanakan kegiatan usaha dalam mencukupi kebutuhan anak istri serta keluarga," kata Adam, yang juga pelaku usaha ekonomi kerakyatan di daerahnya.

Tidak hanya itu, Adam menjelaskan, pelaksanaan kebijakan PPKM Darurat di Kuningan sangat bagus dengan dukungan dari petugas yang tergabung dalam Satgas Covid-19.

Namun, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bisa berusaha jika ada pembatasan waktu berkegiatan sebagai pelaku usaha.

"Kami mohon pikirkan. Sebab dari penerapan hingga mengedukasi warga untuk protokol kesehatan itu sudah bagus."

"Tapi bagaimana bisa berjalan jika pembatasan waktu ini dilakukan tanpa memperhatikan nasib warga," ujarnya.

Sebagai harapan, dia mengaku sangat senang jika pemerintah bisa memberikan solusi untuk memenuhi hajat hidup masyarakat.

"Tolong carikan solusinya, dampak PPKM Darurat itu tidak sediki pelaku usaha mendapat perhatian," katanya.

Dia berharap untuk pelaku usaha tetap berjalan dengan konsekuensi menjalankan protokol kesehatan Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved