Breaking News:

Obat Rekomendasi BPOM dan WHO Untuk Pasien Covid-19 Alami Gejala Demam hingga Nyeri Otot

Umumnya, seperti gejala Covid-19, pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang, merasakan gejala demam, nyeri otot, sakit kepala hingga sesak nafas.

Editor: Mega Nugraha
freepik
ILUSTRASI virus corona 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia membuat keterisian tempat tidur di rumah sakit jadi penuh. Tidak sedikit pasien Covid-19 dengan gejala ringan maupun sedang, harus menjalani isolasi mandiri di rumah.

Umumnya, seperti gejala Covid-19, pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang, merasakan gejala demam, nyeri otot, sakit kepala hingga sesak nafas.

WHO, organisasi kesehatan dunia dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), sudah merekomendasikan sejumlah obat untuk pasien Covid-19 yang jalani isolasi mandiri di rumah.

Adapun obat yang sudah mendapat izin edar darurat antara terbagi dalam dua jenis zat aktif. Yakni Remdesivir dan Favipiravir.

Baca juga: Lihat Cara India Turunkan Kasus Covid-19: Buruh Libur, Vaksinasi Covid-19 8 Juta Orang Per Hari

"Obat yang sudah pendapatkan EUA sebagai obat Covid-19 baru dua, Remdesivir dan Favipiravir," ujar Penny K Lukito belum lama ini.

Obat yang sudah disetujui itu digunakan sesuai dengan protap dari orgaisasi profesi.

"kami dampingi untuk percepatan apabila membutuhkan data pemasukan atau data untuk distribusinya," kata Penny.

Sementara, dari dua zat aktif tersebut, ada 12 obat Covid-19 yang telah mendapatkan EUA BPOM, antara lain:

Kategori zat aktif atau bentuk persediaan Remdesivir:
- Remidia
- Cipremi
- Desrem
- Jubi-R
- Covifor
- Remdac
- Remeva, kategori zat aktif Remdesivir larutan konsentrat untuk infus

Pada zat aktif Remdesivir, indikasi pengobatan bagi pasien dewasa dan anak-anak yang dirawat di Rumah Sakit yang telah terkonfirmasi Covid-19 dengan tingkat keparahan berat.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved