Breaking News:

Beredar Ajakan Stop Upload Berita Covid-19, Bermanfaatkah, Simak Penjelasan Epidemiolog

warga Bandung Raya saat ini mendapati kiriman meme di grup WhatsApp. Meme itu bertuliskan bernada ajakan untuk stop berita Covid-19.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Eki Yulianto
Berbagai poster elektronik bernada ajakan berhenti mengunggah berita Covid-19 yang tersebar di Majalengka 

"Misalnya bagaimana nanti kita tahu bahwa sekarang harus pakai 2 lapis masker, kalau enggak pernah lihat (informasi) itu. Di sini (Australia) yang pandemi terkendali juga ada informasi yang harus diakses, 'Oh di sana jangan ke daerah itu dulu, sedang ada kasus meningkat'," Dicky mencontohkan.

Sebaliknya, informasi-informasi yang memang harus dihindari adalah informasi pandemi yang hoaks, sesat, konspirasi, dan sebagainya. Misalnya, informasi tak berdasar yang banyak merebak di grup-grup percakapan aplikasi perpesanan.

"Kalau hoaks ya harus (dihindari). Hoaks, teori konspirasi. Caranya dari mana? Ya dari berita-berita yang sumber enggak jelas. Misal di WhatsApp Group, udah itu enggah usah dibaca, hapus saja. Tapi misalnya dari pakar yang jelas kredibilitas dan institusinya, apalagi institusi dunia, itu penting untuk kita ketahui," pungkas dia.

Polisi Tindak Lanjuti

Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda mengatakan, tim Patroli Siber Polres Majalengka tengah mendalami dan menelusuri siapa yang pertama kali menyebarkan meme berisi ajakan stop berita Covid-19.

"Sedang didalami oleh tim Patroli Siber Polres Majalengka, sumber awal penyebar banner elektronik tersebut. Sehingga nanti akan terlihat motifnya," ujar AKBP Syamsul Huda saat dikonfirmasi, Sabtu (17/7/2021).

Kapolres menyebutkan, pihaknya juga sekaligus akan meminta klarifikasi terhadap seseorang yang foto-nya juga ada di meme ajakan stop berita dan informasi Covid-19.

"Nah itu, nanti kita juga termasuk akan melalukan klarifikasi ke sana. Langkah langkah tentunya akan kita laksanakan secara bertahap," jelas dia.

Sehingga, menurut AKBP Syamsul, sementara ini pihaknya masih belum bisa menyimpulkan apa motif penyebar poster tersebut.

Apalagi saat ini, semua pihak tengah dalam melakukan penanganan kasus Covid-19.

"Tapi, yang paling utama di masa PPKM Darurat sekarang ini, kita tengah fokus, bagaimana masyarakat dapat tetap stay at home, menghindari kerumunan dan menekan mobilitas serta sadar akan resiko atau bahaya Covid-19," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Muncul Ajakan Tutup Diri dari Informasi Covid-19, Ini Kata Epidemiolog",

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved