Breaking News:

Wawancara Eklusif: Kisah Seru Detektif Swasta, Ungkap Ratusan Kasus Perselingkuhan, Begini Kerjanya

Sudah 7 tahun Jane (34) menjalani berprofesi detektif swasta. Selama itu ia bergabung di Detektifangel.com. Ia menangani aduan kasus perselingkuhan

Editor: Mega Nugraha
DOKUMENTASI
ILUSTRASI PERSELINGKUHAN - Seorang dokter asal Sumedang yang diceraikan istrinya, melampiaskan sakit hatinya dengan cara menyebarkan foto dan video adegan ranjangnya dengan selingkuhan. Ujungnya, si dokter terseret sebagai pesakitan di pengadilan. 

TRIBUNJABAR.ID,JAKARTA- Sudah tujuh tahun Jane (34) menjalani berprofesi sebagai detektif swasta. Selama itu pula ia bergabung di Detektifangel.com. Spesialisasinya unik. Ia menangani aduan kasus perselingkuhan, bukan saja masyarakat biasa, tapi juga para artis terkenal dan pejabat.

Kepada News Manager Tribun Network, Rachmat Hidayat dan Editor Senior, Hasanah Samhudi, Rabu (14/7), Jane menceritakan kisahnya. Beritut petikannya.

Sejak kapan dan terinspirasi dari mana menekuni profesi ini?
Dari tahun 2014 pertengahan. Saya memang tertarik. Suka pekerjaan yang banyak tantangannya. Pertama memang saya tidak tahu kalau di Indonesia ada. Sampai saya sering baca-baca artikel detektif. Ternyata detektif swasta ada. Detektifangel.com. Saya tes, benar ada. Pimpinannya sesuai dengan nama web-nya, Angel.

Apa yang dibutuhkan untuk menjadi detektif swasta?
Banyak persyaratannya. Kayak pelatihan, ada di lapangan juga. Itu sekitar tiga bulan baru dilepas. Pertama syaratnya harus mahir bela diri, bahasa, bawa kendaraan, kalau pesawat tidak, tapi kendaraan roda dua, roda empat. Standar investigasi. Operasional peralatan itu sudah dari Angel menyediakan. Kalau ada investigasi yang butuh peralatan, itu dikeluarkan. Bahasa satu bahasa. Bela dirinya saya taekwondo.

Baca juga: Bursa Transfer Pemain MU, Manchester United Mundur dari Perburuan Harry Kane karena Dua Alasan Ini

Sebelumnya profesi apa?
Sebelumnya saya pegawai swasta. Tapi karena ada kondisi jenuh, monoton. Di ruangan ber-AC. Ingin suasana baru. Saya senang pekerjaan yang menantang. Dibanding stay di tempat. Saya browsing dan ternyata ada pekerjaan detektif swasta. Itu langsung praktek di lapangan ada seniornya yang membimbing saya untuk caranya seperti apa. Memantau, melihat gerak-gerik senior-senior saya yang kerja. Dilepas setelah 3 bulan.

Kasus terakhir yang dipecahkan?
Kasus perselingkuhan. Dua hari yang lalu, itu selesai satu hari. Memang pas hokinya, kita following, investigasi di lapangan, pas bertemu selingkuhannya. Yang selingkuh laki-laki, klien saya perempuan.
Saya ngikuti, duduk di samping. Bukti foto dan video real time.

Bagaimana supaya tidak ketahuan?
Kalau untuk kasus kemarin, kita ikuti saja target pergi. Entah janjian sama teman atau selingkuhan, kita ambil bukti kontak fisik mesra. Itu semua ada rekaman buktinya.

Sejak 2014 sudah berapa kasus?
Lebih dari ratusan. Kebanyakan selingkuh.

Selalu lapor?
Iya. Dalam setiap pergerakan semua agen atau tim di lapangan kita harus interaksi dengan Angel. Jadi tidak lepas dalam pemantauan.

Selain kasus selingkuh, kasus apa yang kerap ditangani?
Orang hilang. Kalau tingkat serunya, kasus selingkuh lebih seru karena banyak hal yang terjadi. Kita ditarik mundur ketika pasangannya menggrebek.

Baca juga: Lebih Dari 100 Kendaraan Diminta Putar Balik di Penyekatan Polres Sukabumi Kota Karena Tak Punya Ini

Bagaimana rasanya menjadi detektif?
Pertama degdegan pasti. Tapi sekarang sudah enjoy. Satu kasus itu ada tim. Biasa kalau saya jalani sih, per tim itu empat orang. Tergantung tingkat kesulitan. Kalau pencarian orang biasanya lebih banyak agen di lapangan. Pencarian orang bisa belasan atau puluhan. Semakin nyari orang, petunjuk sedikit, data-datanya misal sedikit, selebihnya kita harus kreatif.

Anda kesulitan mengatur waktu privacy?
Saya sendiri sih tidak ya. Kalau kita agen yang dipercaya, jam berapapun kita siap. Tidak boleh tidak. Saya tetap pulang, tapi selama case. Kalau jaraknya dekat, saya tetap pulang. Tapi kalau jaraknya luar negeri tidak mungkin bolak-balik ya.

Khusus di satu kota?
Seluruh Indonesia. Terbanyak hampir semuanya saya tangani. Bahkan sampai Papua. Dan tidak hanya di Indonesia saja. Di luar pun ada. (tribun network/denis dest

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved