Breaking News:

Sempat Kesulitan Cari Kantong Jenazah, Kini Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Lembang Dapat Bantuan

Tak cuma kantong jenazah, Ade dan anggota tim pemulasaraan jenazah Covid-19 Desa Lembang juga membutuhkan lebih banyak Alat Pelindung Diri (APD).

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Seli Andina Miranti
TRIBUN JABAR/FERRI AMIRIL MUKMININ
LATIHAN pemulasaran jenazah Covid-19 yang berlangsung di halaman Mapolres Cianjur, Sabtu (18/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bisa merasa lega.

Pasalnya, mereka bakal mendapat bantuan kantong jenazah untuk pemulasaraan jenazah Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri.

Diberitakan sebelumnya, Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Desa Lembang ini terpaksa harus membungkus jenazah pasien Covid-19 menggunakan plastik bening karena sulit mendapatkan kantong jenazah.

Ketua Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Desa Lembang, Ade Juhaeri mengatakan, saat ini pihaknya mendapat kabar jika ada sejumlah pihak yang bakal menyumbangkan kantong jenazah untuk pemulasaraan jenazah Covid-19 yang sedang isolasi mandiri di Desa Lembang.

"Alhamdulillah kemarin sudah ada yang menghubungi katanya mau menyumbangkan kantong jenazah. Ya mungkin karena pemberitaannya sudah ramai, jadi ada perhatian. Karena kan sebelumnya kita minta ke sana ke sini juga sulit," ujarnya saat dihubungi, Kamis (15/7/2021).

Tak cuma kantong jenazah, Ade dan anggota tim pemulasaraan jenazah Covid-19 Desa Lembang juga membutuhkan lebih banyak Alat Pelindung Diri (APD).

"Ibarat kata kalau di lingkungan itu kan enggak ada yang mau ngurus jenazah apalagi yang Covid-19. Nah ada tim kita yang mengurus tapi kurang diperhatikan minimal dari APD itu kan terjamin biar tidak terjadi penularan," kata Ade.

Baca juga: Krisis Kantong Jenazah, Jenazah Covid-19 di Lembang Dibungkus Plastik Bening, Ini Respons Dinkes KBB

Atas hal tersebut, pihaknya meminta pemerintah KBB untuk lebih memerhatikan petugas di lapangan dalam hal melakukan pemulasaraan pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri.

Sejauh ini pihaknya sudah memakamkan sekitar 10-15 orang pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Namun untuk yang dimakamkan menggunakan plastik bening baru tiga orang.

"Untuk yang isolasi mandiri itu yang meninggal sekitar 10 orang lebih, kalau yang pakai plastik dimakamkannya itu 3 orang. Mudah-mudahan kedepannya tidak ada lagi, karena Insya Allah kita akan dapat bantuan kantong jenazah," ucapnya.

Baca juga: Krisis Kantong Jenazah, Tim Pamulasaran Lembang Terpaksa Membungkus Mayat Pasien Covid Gunakan Ini

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved