Breaking News:

Pria Garut Buat Spanduk 'Kami Terpaksa Tutup Karena Kebijakan Pemerintah' Satgas Covid-19 pun Datang

Pemilik kedai ramen Ranjang 69 di Kabupaten Garut, ia memilih menutup kedainya karena sepi pembeli. ia curahkan isi hatinya lewat tulisan d spanduk

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Mega Nugraha
istimewa Dok Rahman Sidik

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Di PPKM Darurat tidak sedikit para pemilik usaha kuliner gigit jari lantaran penurunan omset, bahkan diantaranya  ada yang terpaksa harus menutup tempat usahanya karena sepi pembeli.

Seperti yang dilakukan Rizka Rahman Sidik pemilik kedai ramen Ranjang 69 di Kabupaten Garut, ia memilih menutup kedai karena sepi pembeli bahkan ia mencurahkan isi hatinya melalui spanduk yang ia pasang di kedainya.

Baca juga: Kapolri Sebut Mobilitas Warga di Bandung Selama PPKM Darurat Menurun, Tapi PPKM Perlu Lebih lama

Spanduk  tersebut bertuliskan "Kami terpaksa tutup, karena kebijakan pemerintah dan kami tidak dibiayai pemerintah", sontak banner tersebut viral.

"Saya juga kaget pas tau itu viral, beberapa menit saja setelah diupload di Instagram dan Tiktok langsung banjir komentar padahal awalnya cuma curhat saja," ungkapnya saat diwawancarai Tribunjabar via telpon, Kamis (15/7/2021).

Rizka menjelaskan bahwa kedai miliknya bukan ditutup oleh Satgas Covid-19 namun ia sendiri yang berinisiatif menutup kedainya karena sudah sepi pembeli.

"Konteks tulisan 'kami terpaksa tutup karena kebijakan pemerintah' itu sebenarnya karena kebijakan pemerintah yang menutup akses jalan bukan menutup kedai kami," ungkapnya.

Ia mengatakan banyak pesanan yang dibatalkan oleh driver ojek online karena akses jalan yang dibatasi selama pelaksanaan PPKM Darurat di Kabupaten Garut.

"Kebijakan take away tapi jalannya ditutup, akses ke kitanya ditutup jadi harus bagaimana, bingung saya juga banyak pesanan yang dibatalkan karena aksesnya ditutup,"ucapnya.

Baca juga: Ini Tiga Paket Bantuan Obat-obatan dari Jokowi untuk Pasien Covid-19, Begini Cara Mendapatkannya

Rizka mengakui di awal masa PPKM Darurat, tempat usahanya masih bisa bertahan dengan  sistem take away, namun setelah beberapa hari terjadi penurunan yang signifikan ia  pun memilih untuk menutup tempat usahanya karena sudah tidak mampu bertahan.

Menurut Rizka saat spanduk tersebut saat ini sudah diturunkan oleh Satgas Covid-19 tingkat kelurahan karena ditakutkan memprovokasi atau meresahkan.

"Ya saya sih normatif saja, menerima karena saya juga tidak mau berlawanan dengan pemerintah, saya juga sudah menjelaskan maksud dari tulisan itu," kata Rizka.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved