Breaking News:

Dinas KUKM Memperkuat Salapak buat Pelaku Usaha Pasarkan Produknya Hingga Tembus Mancanegara.

Dinas KUKM juga mendirikan Salapak yang berlokasi di Jalan Ir H. Djuanda No.10A untuk menampilan produk dan cara memasarkan produk hingga pasar global

Penulis: Tiah SM | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, Atet Handiman, di Balai Kota Bandung, Senin (19/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID,  BANDUNG - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM)  menyiapkan berbagai strategi demi menjaga keberlangsungan UMKM selama masa pandemi Covid-19. Pasalnya, sejak awal pandemi UMKM menjadi sektor yang cukup terdampak.

Upaya KUKM di antaranya melalui UMKM Recovery Center, memfasilitasi pelatihan digital marketing, membangun sarana Salapak (Sarana Layanan Pemasaran UMKM), hingga memfasilitasi bantuan dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas KUKM Kota Bandung, Atet Dedi Handiman mengatakan, UMKM Recovery Center adalah sebuah wadah untuk memfasilitasi UMKM terdampak.

Mulai dari pembiayaan, pemasaran, cara melakukan pergeseran usaha dan pendampingan-pendampingan agar bisa beradaptasi dalam situasi dan kondisi seperti saat ini.

“Dinas KUKM, sudah menggenjot pelatihan digital marketing bersama berbagai stakeholder, tentang cara memasarkan produk tanpa harus kontak dengan pelanggan, itu sudah kami lakukan,” ujar Atet saat Bandung Menjawab secara virtual, Kamis (15/7).

Dinas KUKM juga mendirikan Salapak yang berlokasi di Jalan Ir H. Djuanda No.10A Kota Bandung. Salapak bukan hanya sekadar galeri untuk menampilkan produk-produk UMKM tapi diajarkan cara memasarkan produk UMKM agar bisa tembus hingga ke kancah internasional.

“Kami mempraktekkan mix marketing yang optimal dan menjadi kamus pemasaran baik lokal, regional, dan ekspor,” katanya.

Baca juga: Mudahkan UMKM Bertansaksi Non Tunai dan Hindari Kontak Langsung, BRI Hadirkan Micropayment Ecosystem

Menurut Atet, Salapak ini dikelola oleh pelaku UMKM, menjadi tempat inkubator bisnis sehingga ketika mereka mempunyai kemampuan pemasaran yang cukup  akan lepas ke marketplace yang cukup besar.

Meski belum bisa memberikan bantuan permodalan karena adanya keterbatasan anggaran, Dinas KUKM membantu memfasilitasi para pelaku UMKM untuk bisa mendapat bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM).

Seperti yang dilakukan pada tahun 2020 lalu, sebanyak 240 ribu lebih pelaku UMKM Kota Bandung berhasil mendapat bantuan Rp2,4 juta dari Kemenkop UKM, dan Kota Bandung menjadi penerima terbanyak se-Indonesia.

“Tahun 2021, kami tetap memfasilitasi bantuan dari kementerian yang sekarang besarannya Rp 1,2 juta. Kami sudah mengusulkan 120 ribu pelaku usaha. Kami tengah rekapitulasi jumlah yang disetujuinya,” ujar Atet.

Sedangkan tahun 2020 ada juga bantuan modal dengan Baznas sebesar Rp 2,5 juta. Sampai saat ini terus dievaluasi.

Baca juga: Telkom Dukung 34 Desa Digital di Wilayah Terpencil dan Bangun Kolaborasi SME Space untuk UMKM

Di samping itu, Dinas KUKM juga tengah mengajukan proposal ke Kemenkop UKM untuk mendapatkan bantuan dana hibah usaha sebesar Rp3-15 juta.

“Kami berhasil mengumpulkan 179 proposal. Ini pengajuannya harus bentuk proposal karena dananya cukup besar sampai Rp15 juta,” ujar Atet. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved