Breaking News:

Oksigen di Garut Masih Langka, Hasil Pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ke Agen

Hasil pemantauan dinas terkait, oksigen untuk medis di Garut masih langka.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut, Heri Gunawan. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Ketersediaan oksigen di Kabupaten Garut masih terbilang langka.

Hal tersebut diketahui saat Dinas Perindustrian, Perdagangan (​Disperindag) Kabupaten Garut melakukan pemantauan ke setiap agen oksigen di Garut, Rabu (14/7/2021).

"Dari hasil pemantauan yang kami lakukan hari ini di tiga depot penyedia oksigen di Garut, pada intinya bahwa ketersediaan oksigen di Garut masih dianggap langka," ujar Kabid Perdagangan Disperindag, Heri Gunawan, saat diwawancarai Tribunjabar.id.

Heri menambahkan setiap depot memiliki ketersediaan tabung yang cukup dan mencapai ratusan tabung.

Namun ketersediaan oksigennya sedikit karena penyuplainya tidak memenuhi kebutuhan semua tabung.

"Di Depot Sigi mereka memiliki lima ratus tabung dengan kapasitas tabung enam kubik, mereka hanya menerima pasokan dari Bandung hanya lima belas hingga dua puluh tabung yang berisikan enam kubik," ucapnya.

Menurut Heri ketersediaan oksigen di depot lain juga sama kekurangan suplai dari luar daerah seperti Bandung dan Tasikmalaya.

"Ada yang punya delapan ratus tabung tapi hanya disuplai seratus tabung, jadi memang dari agen luarnya hanya mampu memasok sedikit," ujarnya.

Selain langka dan sulit didapatkan, harga tabung oksigen di Garut menurut Heri mengalami kenaikan yakni Rp 80 ribu hingga Rp100 ribu per tabung kemasan enam kubik.

Padahal sebelumnya harga tabung oksigen kemasan enam kubik bisa didapatkan dengan harga Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu.

"Kebutuhan untuk perikanan harganya bisa lebih mahal dari itu, kalo klinik biasanya menjual Rp 200 ribu," ucap Heri.

Menurutnya sesuai dengan arahan bahwa ketersediaan oksigen tersebut hanya diprioritaskan untuk kegiatan menolong pasien Covid-19 juga untuk pasien non-Covid yang mengeluh sesak napas.

"Kami berharap kelangkaan dan mahalnya harga oksigen ini tidak berlangsung lama karena tentu akan sangat merepotkan apalagi saat ini tingkat kebutuhannya yang melonjak hingga empat kali lipat," ucapnya.

Baca juga: Jabar Terima Bantuan Ribuan Tabung Oksigen, Gubernur Jawa Barat Perintahkan Langsung Disalurkan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved