Menjelang Belajar Tatap Muka Ribuan Pelajar Divaksin, Ada yang Tak Sabar Ingin Disuntik Dosis Kedua

Ribuan siswa dari berbagai SMA/SMK di Kota Bandung mengikuti kegiatan vaksinasi massal Covid-19 untuk pelajar, di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung No. 8

Penulis: Cipta Permana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA
Ribuan siswa dari berbagai SMA/SMK di Kota Bandung mengikuti kegiatan vaksinasi massal Covid-19 untuk pelajar, di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung Nomor 8, Kota Bandung, Rabu (14/7/2021). 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ribuan siswa dari berbagai SMA/SMK di Kota Bandung mengikuti kegiatan vaksinasi massal Covid-19 untuk pelajar, di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung Nomor 8, Kota Bandung, Rabu (14/7/2021).

Kegiatan tersebut serentak diselenggarakan  di berbagai provinsi se-Indonesia dan turut disaksikan oleh Presiden Joko Widodo secara virtual. 

Berdasarkan pengamatan TribunJabar.id di lokasi penyelenggaraan vaksinasi massal Covid-19, tampak para peserta cukup antusias mengikuti setiap tahapan vaksinasi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Para siswa yang hendak divaksin, datang secara bergelombang menggunakan bus dari sekolah masing-masing menuju SMAN 5 Bandung.

Salah seorang peserta vaksinasi massal Covid-19 untuk pelajar, Raina Khansa Nabila siswa kelas XII SMAN 5 Bandung mengaku, dirinya sangat antusias dengan adanya program vaksinasi Covid-19 bagi pelajar yang diselenggarakan oleh pemerintah. Apalagi, kegiatan tersebut sebagai salah satu persiapan kembali di bukanya pembelajaran tatap muka (PTM).

Baca juga: Pemkot Bandung Bersama BIN Gelar Vaksinasi Massal untuk Siswa SMP dan SMA

"Pas tahu ada kegiatan ini (vaksinasi bagi pelajar) tentunya saya excited (tertarik) untuk ikut, soalnya ini kan buat kebaikan kita juga biar engga kena Covid-19, apalagi ini juga untuk persiapan biar kita bisa belajar lagi tatap muka di sekolah," ujanrya saat ditemui di  halaman SMAN 5 Bandung, Rabu (14/7/2021).

Ribuan siswa dari berbagai SMA/SMK di Kota Bandung mengikuti kegiatan vaksinasi massal Covid-19 untuk pelajar, di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung Nomor 8, Kota Bandung, Rabu (14/7/2021).
Ribuan siswa dari berbagai SMA/SMK di Kota Bandung mengikuti kegiatan vaksinasi massal Covid-19 untuk pelajar, di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung Nomor 8, Kota Bandung, Rabu (14/7/2021). (TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA)

Sebelum mengikuti kegiatan vaksinasi massal Covid-19 bagi pelajar ini, ia mengaku melakukan beberapa persiapan sehari sebelumnya, seperti istirahat yang cukup dan mengkonsumsi vitamin.

"Pas disuntik tadi engga ada efek sakit apa-apa, cuma agak pegel aja tangan yang disuntik, soalnya kemarin saya udah persiapan juga, yaitu engga begadang dan minum vitamin dulu dari semalam, biar lebih fit aja pas di suntik hari ini," ucap Raina.

Hal senada disampaikan oleh siswa SMAN 5 Bandung lainnya, Naristi Rahmanti Gubarda (17), menurutnya, kegiatan vaksinasi massal Covid-19 massal bagi pelajar ini sangat positif, sehingga ia mengaku, tidak sabar untuk menantikan vaksinasi massal bagi pelajar tahap kedua.

Baca juga: Wow Pabrik Sepatu Beken Ini Lakukan Vaksinasi 3.200 Pegawai dan Warga Demi Ekonomi Kembali Normal

"Tanggapannya seneng aja ya, selain memang ini positif ya biar para pelajar engga kena Covid-19, tapi juga dalam kesempatan ini, saya bisa ketemu lagi sama teman-teman secara langsung biar pun cuma sebentar, dan tetep jaga jarak. Makanya kalau ada lagi nanti saya mau ikut lagi," ujar Naristi di lokasi yang sama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, kegiatan vaksinasi massal covid-19 massal bagi pelajar di SMAN 5 Bandung ini diikuti oleh seribu siswa SMA/SMK di Kota Bandung. Selain di SMAN 5 Bandung, kegiatan vaksinasi massal Covid-19 bagi pelajar pun dilakukan di SMPN 2 Bandung, bagi seribu orang siswa SMP di Kota Bandung.

"Perlu saya sampaikan bahwa jumlah SMA/SMK/SLB negeri dan swasta di Jabar itu ada 4966 sekolah, dengan jumlah total siswa mencapai 1,853 juta orang. Hari ini di SMAN 5 Bandung diikuti oleh seribu orang, Insya Allah acaranya hari ini beres, karena dari pagi sampai sore nanti," ujarnya saat ditemui di SMAN 5 Bandung.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi saat kegiatan vaksinasi massal Covid-19 untuk pelajar, di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung Nomor 8, Kota Bandung, Rabu (14/7/2021).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi saat kegiatan vaksinasi massal Covid-19 untuk pelajar, di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung Nomor 8, Kota Bandung, Rabu (14/7/2021). (TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA)

Menurut Dedi, setelah kegiatan vaksinasi massal covid-19 bagi pelajar SMA/SMK di SMAN 5 Bandung dilakukan, selanjutnya, kegiatan vaksinasi covid-19 bagi pelajar akan terus berlanjut oleh satuan pendidikan lainnya di berbagai kabupaten/kota di Jabar, maka Kepala Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan harus berkoordinasi kepada kepala daerah dan Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing.

"Setelah hari ini, semua siswa di satuan pendidikan lainnya di luar Kota Bandung, akan menggelar kegiatan vaksinasi covid-19 massal bagi pelajar lainnya, karena vaksinnya akan kita drop ke kabupaten/kota lainnya melalui Dinas Kesehatan daerah masing-masing, karena nanti vaksinatornya dari Puskesmas. Dengan kegiatan vaksinasi hari ini, kami dari Disdik menyatakan siap apabila lokasi atau fasilitas sekolah digunakan untuk tempat penyelenggaraan vaksinasi," ucapnya.

Baca juga: Pemprov Jabar akan Gencarkan Vaksinasi Mobile ke Pelosok, Dimulai Berkeliling dengan Mobil Ambulans

Dedi menuturkan, bahwa pelaksanaan vaksinasi covid-19 massal bagi pelajar ini pun sebagai upaya persiapan menghadapi rencana penerapan pembelajaran tatap muka (PTM). Meskipun belum dapat dipastikan kapan waktu dimulainya, karena menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat setelah evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali, namun menurutnya, setiap sekolah wajib menyediakan pola pembelajaran secara hybrid bagi para peserta didik.

"Untuk kepastian PTM, kebijakannya begini, yang pertama setiap sekolah di Jabar wajib menyediakan dan menyiapkan baik sarana layanan PJJ maupun PTM. Kebijakan yang kedua adalah, apabila ada kebijakan pemerintah kabupaten/kota, kebijakan provinsi, atau pusat, baik itu penerapan PPKM Darurat atau PPKM skala mikro, maka akan kita tentukan aktivitas kegiatan pola pembelajaran, sesuai dengan tanggal penerapan dari kebijakan tersebut," ucapnya.

Ribuan siswa dari berbagai SMA/SMK di Kota Bandung mengikuti kegiatan vaksinasi massal Covid-19 untuk pelajar, di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung Nomor 8, Kota Bandung, Rabu (14/7/2021).
Ribuan siswa dari berbagai SMA/SMK di Kota Bandung mengikuti kegiatan vaksinasi massal Covid-19 untuk pelajar, di SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung Nomor 8, Kota Bandung, Rabu (14/7/2021). (TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA)

Dengan demikian, maka apabila PPKM Darurat Jawa-Bali ini diperpanjang maka, pola pembelajaran pun akan menerapkan PJJ kembali, oleh karena itu nanti akan terjadi penerapan pembelajaran yang berbeda-beda di setiap daerahnya.

"Nanti akan terjadi satu kabupaten/kota melaksanakan PJJ, sedangkan daerah lainnya menerapkan PTM, semua itu tergantung kondisi zona pandemi covid-19 yang tengah terjadi di wilayah tersebut. Karena misi kita saat ini adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama," kata Dedi. (*)

Baca juga: Simak Tiga Manfaat Vaksin Covid-19, Ahli Sebut Gejala Parah Dialami Pasien Belum Divaksin

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved