Breaking News:

Bukan Cuma Tubuh, Kesehatan Ini Penting untuk Diperhatikan Saat Pandemi, Bisa Terjadi Pada Anak-anak

Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai hal termasuk danmpak yang bisa dirasakan pada anak-anak

Editor: Siti Fatimah
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNJABAR.ID. BANDUNG - Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, sudah banyak dampak yang dirasakan. Tidak hanya dampak secara global, tapi juga dampak psikologis.

Namun dari sejumlah dampak tersebut, dampak pandemi Covid-19 terhadap kesehatan mental perlu diwasapadai.

Dikutip dari laman resmi Unpad, dampak psikologis pandemi ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak-anak.

“Kita tidak bisa menyatukan akibat atau dampaknya ini pada anak dan pada orang tua. Ini akan sangat berbeda,” kata Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Hendriati Agustiani, M.Si., dalam diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu “Mengupas Dampak Psikologis Jangka Panjang Pandemi Covid-19” secara virtual, Sabtu (3/4).

Baca juga: Beredar Poster Tak Percaya Covid-19, Analisi Bahasa Dhena Maysar; Mereka Percaya Adanya Pandemi

Guru Besar yang akrab disapa Prof. Tia menuturkan, salah satu persoalan besar yang muncul dari pandemi adalah tercerabutnya rutinitas.

Hal tersebut dapat menurunkan motivasi.

“Itu yang membuat persoalan cukup besar, baik untuk anak-anak maupun untuk orang tua.”

Berdasarkan hasil penelusuran literatur dampak pandemi di berbagai negara, diketahui bahwa dampak yang muncul akibat Covid-19 dan pembatasan sosial berskala besar di antaranya adalah anak merasakan adanya ketidakpastian, ketakutan, dan terisolasi selama pandemi.

Kegiatan belajar dan bermain terus menerus di rumah juga berkaitan dengan ketidakpastian dan kecemasan. Hal ini diakibatkan pembatasan aktivitas fisik dan bersosialisasi di sekolah.

“Layaknya manusia merupakan makhluk sosial biasanya sangat perlu bersosialisasi. Sementara sekarang semua geraknya dibatasi. Itu sebetulnya yang membuat anak-anak merasa cemas, merasa takut, merasa tidak nyaman,” ujar Prof. Tia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved